Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Ingat! Belum Ada Rencana PLTN di Babel! BPJ: Belum Memenuhi Syarat

Bambang Patijaya-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Sekali lagi, jika ada pihak yang mengklaim sudah siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) apalagi sampai sudah menunjukkan lokasi atau wilayah tertentu, itu nol besar!  Karena ternyata faktanya hingga saat ini belum ada kepastian Indonesia --apalagi sampai menunjuk Babel-- untuk membangun fasilitas yang masih banyak kontroversi tersebut.  

Ini untuk kesekian kalinya Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya yang biasa disapa BPJ menegaskan, hingga saat ini pembangunan PLTN di Indonesia masih berada pada tahap perencanaan dan kajian jangka panjang.  Dan itu berarti belum ada kebijakan apapun.

Di sisi lain, negara juga belum mengambil keputusan terkait siapa yang akan mengelola energi nuklir tersebut, termasuk soal isu PLTN di Babel.  Karena belum ada pihak yang mampu memenuhi aspek perizinan dan standar internasional hingga saat ini.

Lalu bagaimana yang sudah demikian gencar di Babel itu?

Ternyata juga belum memenuhi syarat dan 3 perizinan.  Baik Izin Perancang, Izin Pembangunan, dan Izin Operasinya.  Sehingga belum layak membangun PLTN di tingkat Indonesia maupun internasional.

Secara tegas BPJ menyatakan, ketiga lisensi itu merupakan prasyarat mutlak dalam pembangunan PLTN.  Itu menyangkut desain reaktor, proses konstruksi, hingga operasional yang berimplikasi langsung pada keselamatan masyarakat lintas generasi.

''Tanpa menyediakan standar tersebut, pembangunan PLTN dinilai sangat berisiko,'' tegas BPJ.

Indonesia sendiri telah memiliki tiga reaktor nuklir untuk riset yang semuanya juga berbasis  uranium.

BPJ mengingatkan agar masyarakat Babel tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengklaim membawa teknologi nuklir baru tanpa rekam jejak yang jelas.

"Jangan mau dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan license.  Di seluruh dunia belum ada, dan mereka sendiri pun belum punya PLTN.  Masa Babel jadi kelinci percobaan? Jangan coba-coba," tegasnya.

BPJ juga menyebutkan bahwa Indonesia berencana mengembangkan PLTN berkapasitas 500 Megawatt dengan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dari Rusia. Namun, teknologi ini hanya bisa diterapkan di daerah yang benar-benar siap secara infrastruktur dan penerimaan masyarakat.***

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan