Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Anggaran Rp1 Miliar KONI Basel Pesimis Bisa Dongkrak Prestasi

Anggaran Rp1 Miliar KONI Basel Pesimis Bisa Dongkrak Prestasi.-Ilham BABEL POS-

TOBOALI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan komisi II DPRD Basel dan Dinas terkait tentang minimnya anggaran persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung 2026 yang akan berlangsung di Kota Pangkalpinang.

Sekretaris KONI Basel Dody Syahrial mengatakan, Porprov merupakan pesta olahraga paling bergengsi di tingkat provinsi,  ajang ini menjadi momentum besar yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali dan selalu dinantikan para atlet serta masyarakat di Kabupaten.

"Alokasi anggaran sebesar Rp. 1 miliar sangat jauh dari cukup dan mustahil mampu mendongkrak prestasi daerah pada ajang empat tahunan tersebut," ungkapnya, Jum'at (21/11).

"Sayang kalau momen ini membuat kita tidak bisa ikut atau bahkan tidak mengirim atlet hanya karena anggaran yang minim," imbuhnya. 

Dikatakan Dody, hampir seluruh pengurus KONI Basel saat ini merupakan mantan atlet atau pelaku olahraga aktif, sehingga memahami bagaimana proses pembinaan yang benar. Karena itu, ia menilai tidak pantas jika Basel sampai terkendala hanya karena keterbatasan anggaran. 

Pihak KONI juga telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp. 15 miliar untuk persiapan Porprov 2026.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk sekretariat, pembinaan atlet, honor pelatih dan atlet, perlengkapan bertanding, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga bonus atlet.

"Kami di KONI ini bisa dibilang semuanya adalah pelaku olahraga, pernah menjadi atlet, termasuk saya yang pernah menyumbang emas dan perak pada 2014. Malu rasanya kalau nanti Basel tidak mampu mengirim atlet hanya karena anggaran Rp.1 miliar dan Itu tidak masuk akal bagi kami," sebutnya.

"Tahun 2023 lalu anggarannya Rp. 5 miliar, hasilnya cuma 14 medali. Sebelumnya Rp10 miliar, hasil perolehan medali naik. Artinya jelas bahwa anggaran sangat menentukan prestasi. Kalau 2026 kita cuma dikasih Rp. 1 miliar atau Rp. 2,5 miliar, jangan berharap bisa keluar dari posisi juru kunci," tambah Dody.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Komisi II Hendri, ia mengakui  kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami defisit, tetapi  anggaran Rp.1 miliar untuk olahraga memang sangat tidak layak.  "Jujur, saya risih mendengar anggaran olahraga cuma Rp. 1 miliar, ini tidak sebanding dengan kebutuhan. Kami DPRD tidak tinggal diam dan  akan berusaha semaksimal mungkin supaya anggaran KONI ini bisa naik," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (DPKO)  Evi Sastra, mengutarakan  bahwa pihaknya memahami tuntutan KONI dan siap memperjuangkan tambahan anggaran, meski kondisi fiskal daerah saat ini sangat terbatas.

“Saya akui hal itu,  tetapi mau gimana lagi mengingat kondisi anggaran kita saat sedang sulit. Meski begitu, saya tetap akan berada di depan untuk memperjuangkan anggaran ini untuk KONI,” kata dia. 

Ia berharap DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Basel bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. “Kalau kabupaten lain bisa dapat Rp2,5 miliar, setidaknya kita harus mendekati itu, minimal Rp2,4 miliar.

Saya mohon Banggar dan Komisi II bisa menyampaikan ini ke TAPD agar anggaran KONI bisa ditambah dan disetarakan dengan kabupaten lain," pungkasnya. (im)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan