Dari Herman Fu, H Ton Hingga Aloy? Timahnya Mengalir Kemana?
Alat Berat yang Diamankan PKH.-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Tak hanya Herman Fu. Sederet nama cukong di balik tangkapan alat berat oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), sejak Kamis 8 November 2025 lalu terus mencuat. Ditambah lagi dengan tangkapan alat berat baru yaitu 9 Excavator.
Apakah cuma Herman Fu?
Ternyata tidak. Kini muncul nama Haji Toni als H Ton dan Aloysius selaku terduga pemilik 9 alat berat yang baru diamankan tim Satgas PKH, Jumat, 14 November 2025 lalu itu.
Dua nama ini muncul setelah tim Satgas memeriksa banyak saksi langsung dari lapangan. Saat ini para cukong tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh tim Satgas bentukan langsung Presiden Prabowo Subianto itu.
Munculnya nama H Ton dan Aloysius ini, memperpanjang deretan nama-nama cukong yang terlibat langsung dalam perambahan wilayah KPHP Sungai Sembulan, kawasan hutan lindung pantai dan hutan produksi Lubuk Besar (Sarang Ikan dan Nadi). Sebelumnya juga sederet nama cukong dari Sungailiat telah mencuat: Herman Fu, Sofyan Fu, Igus dan Frengky.
Namun baru Herman Fu yang diperiksa intensif oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel). Sementara sisanya dikabarkan belum memenuhi panggilan.
Untuk diketahui, tim Satgas PKH telah berhasil mengamankan 14 unit alat berat excavator dan doser pada Kamis, (8/11), kini jumlah tersebut bertambah menjadi 23 unit. Ini setelah tim Satgas kembali berhasil mengamankan lagi 9 unit lagi dari kawasan hutan yang sama yakni wilayah KPHP Sungai Sembulan, kawasan hutan lindung pantai dan hutan produksi Lubuk Besar (Sarang Ikan dan Nadi).
Satgas PKH bentukan Presiden RI Prabowo Subianto, menyebut perambahan yang terjadi seluas 315,48 hektar berpotensi merugikan negara mencapai Rp 12,9 triliun. Perambahan sendiri terjadi dalam 2 lokasi kawasan hutan lindung dan produksi. Adapun rincian kawasan hutan Sarang Ikan seluas 262,85 hektar sedangkan desa Nadi 52,63 hektar.
Kemana Timahnya?
Hal yang pasti, perambahan Kawasan hutan dengan alat berat di Lubuk itu bukan hal baru. Tapi, yang menjadi teka-teki, kemana aliran timah dari hasil perambahan hutan itu. Bukankah para cukong sudah hampir 2 tahun lebih ditahan?
Banyak pertanyaan yang muncul. Terutama setelah Buyung Cs yang selama ini sangat dikenal di wilayah Lubuk sudah terpidana dan sudah tak aktif lagi termasuk orang-orangnya Buyung juga sudah tiarap sejak peristiwa 2 tahun lalu itu.
Teka-teki yang muncul sekarang ini adalah, kemana aliran timah Herman Fu Cs itu?
Beberapa sumber yang dihubungi BABELPOS hanya menjawab dengan senyum, ada juga yang hanya menjawab dalam diam??
Sementara, kelanjutan pengusutan kasus ini sekarang ada di Kejati Babel. Tentunya diharapkan Kejati Babel mendalami hingga ke tingkat penampung timah termasuk kemana aliran timah itu disalurkan. Ini penting sebagai jawaban karena 'pemain-pemain' lama sudah hampir 2 tahun tidak aktif setelah terjerat hukum.***