Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Filsafat Administrasi Publik Diwujudkan Dalam Sistem OSS RBA

Rilyadi-Dok Pribadi-

Oleh Rilyadi

Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pahlawan 12 Bangka

 

KEMAJUAN teknologi telah mengubah paradigma administrasi publik dari manual menuju digitalisasi. Salah satu wujud transformasi tersebut di Indonesia adalah penerapan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) dalam sektor pelayanan perizinan. 

 

Berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bertujuan menyederhanakan birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan menjamin transparansi serta keadilan bagi pelaku usaha lintas skala.

 

Filsafat administrasi publik hadir berdasarkan hasil pemikiran orang-orang yang memahami pentingnya suatu sistem pemerintahan efektif, efisien, dan akuntabel dalam memenuhi harapan dan tujuan dari pelayanan publik itu sendiri, dengan memberikan dasar reflektif penilaian, apakah kebijakan digital ini benar-benar mengarah pada good governance yang berorientasi manusia (human centered governance), atau justru melahirkan birokrasi teknokratis yang terlalu kaku.

Pengkajian ini diharapkan dapat memperkaya wacana akademik dan praktik administrasi publik di Indonesia yang bertujuan menggali makna filsafat administrasi publik, dalam konteks pelayanan perizinan berbasis OSS RBA, serta mencari dasar normatif dalam birokrasi.

 

Filsafat administrasi publik merupakan cabang dari filsafat sosial yang berusaha memahami hakikat, tujuan, dan nilai yang mendasari praktik penyelenggaraan pemerintahan. Ia tidak hanya menjelaskan bagaimana birokrasi bekerja, tetapi juga mengapa dan untuk siapa ia bekerja. Dengan demikian, filsafat administrasi publik berperan sebagai refleksi kritis terhadap nilai-nilai yang terkandung di balik struktur dan proses administratif. 

 

Dwight Waldo (1948) mengingatkan bahwa administrasi publik adalah “political theory in action”, yang berarti setiap kebijakan dan tindakan administratif selalu mengandung pertimbangan etika dan nilai. Pandangan ini memberi dasar bagi efektivitas sistem administrasi publik modern, termasuk dalam penerapan OSS RBA. Namun, pemikiran Weber juga memunculkan paradoks: membentuk suatu sistem birokari yang “sangat kaku”.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan