Baim Wong Siapkan Remake Film Korea
Baim Wong.-screenshot-
Aktor sekaligus produser, Baim Wong kembali memberi kejutan yakni mengungkap proyek kolaborasi terbarunya dengan studio film asal Korea.
Dia menjelaskan bahwa proses menuju kerja sama tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pertimbangan panjang dan sejumlah pertemuan lintas negara. “Pertama kali ditawarkan, banyak sekali versi remake, termasuk dari beberapa PH luar negeri. Tetapi yang terakhir ini berbeda, mereka terlihat sangat serius," kata Baim Wong.
Pria berusia 44 tahun itu mengungkap bahwa tim produksinya harus bolak-balik antara Korea dan Jakarta hingga empat sampai lima kali untuk memastikan keseriusan serta kesesuaian visi antara kedua pihak.
Sebab, pihak Baim Wong baru mau terlibat apabila rumah produksi asal Korea itu juga benar-benar serius. "Kalau hanya sekadar menawarkan, kami tidak tertarik. Karena membuat film itu sulit, harus ada ketertarikan dan kesungguhan,” jelasnya.
Menurut Baim Wong, kerja sama tersebut bukan semata soal proyek internasional, melainkan bentuk upaya membawa nama Indonesia ke panggung perfilman Asia. “Kami ingin berbeda, ingin hasilnya bagus, dan satu lagi, kami ingin Indonesia ada di sana,” tambahnya. Di sisi lain, Baim Wong juga mencuri perhatian publik lewat unggahan di Instagram yang disukai oleh sejumlah figur publik, termasuk akun @pettophoto.
Dalam unggahan tersebut, dia mengungkap bahwa dua filmnya sebelumnya, Sukma dan Lembayung, ternyata telah menarik perhatian hingga ke Korea. “Awalnya coba-coba, tapi sepertinya Sukma dan Lembayung beritanya udah sampai di Korea. Tambah ke sini, tambah genre yang susah dan budget-nya juga enggak main-main. Bukannya tegang malah excited," tulis Baim Wong.
Ayah dari Kiano dan Kenzo itu kini tengah mempersiapkan remake film Korea berjudul Tunnel. Menurutnya, film tersebut merupakan salah satu karya paling berkesan bagi dirinya. "Pertama saya nonton di Garuda, setelah itu di Netflix. Salah satu film paling berkesan, dan sekarang dapat kesempatan untuk remake filmnya,” ujar Baim Wong.
Menariknya, Baim Wong menyebut bahwa pihak Korea memberikan keleluasaan penuh dalam penyesuaian skenario agar bisa mencerminkan konteks Indonesia.
Menurutnya, poin paling penting yakni dirinya diberi keleluasaan mengubah skenario, tidak harus seperti film aslinya. "Di situ saya mau terima tawarannya, setelah berbulan-bulan kami meeting,” beber bos Tiger Wong Entertainment itu.
Film Tunnel versi Indonesia dijadwalkan mulai syuting pada 2026, dengan penggabungan unsur teknis kelas dunia dan narasi emosional khas Asia. Meski diadaptasi dari karya Korea, Baim Wong menegaskan bahwa identitas lokal akan tetap menjadi kekuatan utama proyek ini. “Karya saya tetap karya saya, karya mereka tetap karya mereka,” tutup Baim Wong. (ant)