Menyalakan Komunitas Belajar dengan Teknik Liget
Silvia Dwi-screenshot-
Oleh Silvia Dwi, S.Pd., M.Pd., M.M.
Ketua Kelompok Kerja Guru Anyelir Kecamatan Gabek Pangkalpinang
PENINGKATAN kapasitas profesional guru menjadi determinan utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berdaya saing global, dan berorientasi masa depan. Dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang ditandai oleh kompleksitas sosial, percepatan teknologi, serta perubahan kebutuhan peserta didik, peran guru menempati posisi sentral sebagai motor penggerak transformasi pendidikan.
Guru tidak sekadar pelaksana kurikulum, melainkan agen perubahan yang berperan menghidupkan budaya belajar kolaboratif dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan konteks zaman.
Berbagai negara dengan sistem pendidikan unggul seperti Finlandia, Singapura, dan Korea Selatan menunjukkan bahwa investasi berkelanjutan terhadap pengembangan profesional guru berkorelasi langsung dengan peningkatan mutu pembelajaran dan capaian akademik peserta didik.
Satuan pendidikan yang berkomitmen untuk berkembang harus mengembangkan program pelatihan guru secara berkesinambungan agar selaras dengan tuntutan revolusi industri 4.0. Yakni integrasi teknologi menjadi keharusan dalam proses pembelajaran. Kurangnya pengetahuan guru tentang teknologi pembelajaran sering kali disebabkan oleh minimnya pelatihan, keterbatasan infrastruktur, serta lemahnya dukungan sosial dari pimpinan dan rekan sejawat.
Dalam konteks ini, pembentukan komunitas belajar profesional atau Professional Learning Community (PLC) menjadi strategi penting untuk meningkatkan kompetensi guru secara sistematis dan berkelanjutan. Model komunitas belajar telah terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pengajaran, efikasi diri, serta refleksi profesional guru.
Di Jepang, praktik lesson study digunakan sebagai sarana refleksi kolaboratif bagi peningkatan kemampuan guru. Sementara di Singapura, lembaga National Institute of Education (NIE) menjalankan program pelatihan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan pedagogi global.