Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Nasib Timnas Usai Ditaklukkan Arab Saudi

Patrick Kluivert-screnshot-

TIMNAS Indonesia mengawali babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan hasil kurang memuaskan, setelah kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi di babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

---------------

MESKI Kevin Diks sukses mencetak dua gol penalti pada menit ke-11 dan 88, gol-gol dari Waheb Saleh (menit 17) dan Firas Al-Buraikan (menit 36 ​​dan 62) memastikan kemenangan tuan rumah.  Kekalahan ini membuat Maarten Paes dan rekan-rekan harus menang dengan selisih besar atas Irak pada laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke putaran selanjutnya.

Lalu, apa yang jadi penyebab kegagalan tim pengasuhan Patrick Kluivert jinakan The Green Falcons? 

1. Kehilangan fokus setelah awal yang menjanjikan Timnas Indonesia tampil menjanjikan di awal laga dengan gol cepat dari penalti Kevin Diks.  Namun, fokus tim langsung menurun. Dalam waktu kurang dari 25 menit, Arab Saudi tidak mampu menjanjikan keadaan dengan dua gol cepat.  Kapten Jay Idzes pun mengakui, “Setelah unggul, kami kebobolan dua gol beruntun yang mematahkan semangat.”

2. Pertahanan dieksploitasi oleh tembakan jarak jauh Arab Saudi mengandalkan tembakan jarak jauh, jadi momok bagi lini belakang Indonesia.  Gol ketiga lawan lahir dari situasi tersebut, termasuk tendangan kaki kiri Waheb Saleh dan gol kedua Firas Al-Buraikan yang memanfaatkan rebound.  Bahkan tendangan Saleh Aboulshamat yang membentur mistar menunjukkan pertahanan Timnas Indonesia sulit memberikan tekanan efektif.

3. Kesenjangan antar lini yang terlalu jauh salah satu kelemahan terbesar Indonesia adalah rapatnya formasi pertahanan.  Kluivert mengakui kurangnya koordinasi antar lini membuat pemain sayap Arab Saudi seperti Salem Al-Dawsari mendapatkan ruang leluasa.  Setelah unggul, Indonesia kehilangan ritme dan mudah kebobolan gol-gol yang seharusnya bisa dicegah.

4. Performa yang kurang maksimal dan statistik yang membuktikan bahwa Arab Saudi melepaskan 17 tembakan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, dua kali lipat dari Indonesia yang hanya melepaskan 10 tembakan dengan 5 tepat sasaran.  Peluang besar Timnas Indonesia berasal dari bola mati, sementara Arab Saudi terus menekan dengan serangan cepat dan langsung.  Akurasi dan pemanfaatan kesalahan lawan jadi kunci kemenangan tim asuhan Herve Renard.  Meski Timnas Indonesia menunjukkan semangat juang tinggi, kelemahan dalam konsentrasi, taktik, dan pertahanan jadi penghambat utama.

Kekalahan ini menjadi sinyal bagi Garuda untuk lebih waspada, karena pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal.

Kluivert Sebut Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi Tidak 'Adil' untuk Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menilai kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebagai hasil yang kurang adil bagi skuad Garuda.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, tapi kebobolan gol-gol mudah. ​​Meski demikian, semangat juang tetap tinggi. Hasil ini terasa tidak adil,” ujar Kluivert usai laga, dikutip dari Kooora.

Kluivert juga menilai Indonesia kurang beruntung, terutama karena sempat unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks di awal babak pertama.

Namun, ia berharap pemain segera melupakan kekalahan dan fokus pada laga berikutnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan