Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Ekonom Indef Ungkap Risiko Jika TKD Batal Dipangkas

Ekonom Indef Ungkap Risiko Jika TKD Batal Dipangkas.-screenshot-

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan pembatalan rencana pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) bisa menjadi bumerang bagi pemerintah pusat. Pasalnya, ruang fiskal yang dimiliki bakal makin terbatas.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat optimalisasi program-program prioritas pemerintah pusat yang telah dicanangkan. Baca Juga: Pemerintah Potong TKD, Politikus PDIP Minta Pemda Mengetatkan Ikat Pinggang "Kalau rencana pemotongan TKD batal, ruang fiskalnya akan berkurang, sehingga program prioritas pemerintah, tidak bisa terdeliver dengan baik sesuai yang ditargetkan," ujar Esther Rabu (8/10).

Esther menjelaskan rencana pemotongan TKD sebelumnya diyakini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengamankan anggaran agar program-program prioritas dapat berjalan sesuai rencana.

Salah satunya, tambah Esther, program seperti Makan Gizi Gratis hingga Koperasi Merah Putih memerlukan alokasi dana yang tidak sedikit. "Ini kan melakukan pemotongan anggaran, agar bisa problem pemerintahnya ter-deliver. Program prioritas pemerintah kan, ada MBG, koperasi merah putih, itu kan angkanya cukup fantastis," katanya menjelaskan.

Esther juga menyoroti penerimaan negara saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.  Oleh karena itu, pemerintah perlu mencari cara untuk mengefisiensikan anggaran, salah satunya melalui pemotongan TKD. "Padahal, penerimaan anggaran sebenarnya tidak naik secara fantastis. Caranya, makanya mengefesiensi dengan melakukan pemotongan sana-sini," ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mencari solusi yang seimbang antara menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program-program prioritas pemerintah pusat tetap dapat berjalan optimal. "Risikonya, kalau normal (kebijakan pemangkasan TKD dibatalkan, yang te terancam program prioritas pusat tidak tedeliver dengan baik karena duitnya kan itu-itu saja," imbuhnya. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan