Bawaslu Bangka Gelar Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu
Bawaslu Bangka Gelar Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu.-Yudi Ardi Karya-
SUNGAILIAT - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka mengelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Tanjung Pesona Beach Resort, Senin (29/9/2025).
Kegiatan kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dengan tema "Sinergitas bersama mitra strategis dalam pelaksanaan dan pemilihan Kabupaten Bangka tersebut, menghadiri pembicara yakni Tenaga Ahli DPR RI, Candra Irawan SIP, M.Sos, Direktur Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Engelbert Jojo Rohi, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra, Anggota Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Jafri SPd MPd, Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka, Andi Budi Yulianto ST MM, Asisten III Setda Kabupaten Bangka Ismir Ramaddianto S.STP, Kepala Kesbangpol Bangka, Romlan, Danramil 0413-01/ Sungailiat Mayor CKE Bagio Santoso.
Juga hadir perwakilan dari akademisi IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Dr. H. Iskandar, Dan dipandu moderator Koordinator Prodi Ilmu Politik UBB Sandy Pratama.
Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka, Andi Budi Yulianto mengatakan Bawaslu Kabupaten Bangka, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pengawas pemilu lewat sinergi dengan semua pihak.
Untuk menciptakan pemilu yang berjalan lancar, aman, damai Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan pihak lainnya. Perlu ada sinergitas bersama mitra strategis dalam pelaksanaan pemilu." ujar Andi Budi Yulianto.
Andi Budi Yulianto mengingatkan bahwa pengawasan pemilu tak bisa dilakukan sendiri, apalagi jelang Pemilihan Ulang Bupati dan Wakil Bupati Bangka pada 27 Agustus 2025.
"Bawaslu tidak mungkin bekerja sendiri. Pemilu yang berintegritas dan demokrasi yang berkualitas hanya bisa terwujud dengan dukungan semua pihak pemerintah, DPR RI, partai politik, akademisi, media, dan masyarakat.” kata Andi Budi Yulianto.
Andi Budi Yulianto mengapresiasi dukungan Komisi II DPR RI yang dinilai berperan besar dalam penguatan kelembagaan pengawas pemilu. "Pengawasan, pencegahan, hingga penanganan pelanggaran tidak akan maksimal tanpa sinergi. Ini penting agar pemilu kita benar-benar berintegritas,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jefri menambahkan, Bawaslu terus mengevaluasi pelaksanaan Pilkada 2024. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Satu orang pengawas bisa mengawasi tujuh TPS dengan ratusan pemilih. Ini jelas kewalahan. Kami berharap ke depan jumlah komisioner Bawaslu kabupaten bisa ditambah dari tiga menjadi lima orang,” ungkapnya.
Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bangka yang sudah menyiapkan anggaran dan personel hingga tingkat kecamatan.
Sedangkan, Asisten II Setda Bangka Ismir Rachmaddinianto, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung proses demokrasi.
"Pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama. Pemkab Bangka siap mendukung agar pelaksanaan pemilu berjalan aman, jujur, dan adil,” ujarnya.