Dosen Unmuh Babel Tegaskan Komitmen Kembangkan Modul Ajar Terkini dan Adaptif
Dosen Unmuh Babel Tegaskan Komitmen Kembangkan Modul Ajar Terkini dan Adaptif.-screenshot-
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) terus konsisten menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui berbagai cara. Beberapa diantaranya adalah pengembangan perangkat ajar yang terkini, kreatif, dan inovatif. Saat ini, Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Haiyudi dan Iful Rahmawati Mega, doseni program studi Pendidikan Bahasa Inggris, bersama tiga mahasiswa sebagai anggota penelitian.
Mereka berkolaborasi secara langsung dengan SDN 1 Kepulauan Pongok sebagai mitra sekolah untuk mengembangkan modul ajar pembelajaran mendalam.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menyediakan perangkat ajar yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, serta pendekatan adaptif, pembelajaran mendalam yang saat ini disampaikan, khususnya yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta kolaboratif.
Modul ajar ini dirancang agar tidak hanya relevan dengan konteks lokal, tetapi juga mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi pengetahuan melalui pembelajaran yang berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning) dan pembelajaran yang menggembirakan (joyful learning)
Salah satu dosen peneliti, Haiyudi menjelaskan bahwa modul ajar pembelajaran mendalam yang dikembangkan tidak hanya memuat materi, tetapi juga strategi pembelajaran yang asik, bermakna dan berkesadaran berbasis multimodalitas, proyek, diskusi kelompok, serta kegiatan refleksi.
Hal ini bertujuan agar siswa mampu memahami konsep secara menyeluruh, bukan sekadar menghafal informasi. “Kami ingin siswa SDN 1 Kepulauan Pongok dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. Modul ini diharapkan bisa menjadi panduan guru untuk menciptakan suasana kelas yang aktif dan interaktif,” ujarnya.
Kolaborasi dengan pihak sekolah menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan modul ini.
Guru-guru SDN 1 Kepulauan Pongok turut dilibatkan dalam proses penyusunan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyelarasan dengan kurikulum, hingga uji coba terbatas di kelas. Selanjutnya, Haiyudi juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi atas bantuan pendanaan yang diberikan melalui skema Penelitian Dosen Pemula dibawah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Republik Indonesia.
Selain dosen, tiga mahasiswa yang tergabung dalam penelitian ini juga mendapat pengalaman berharga.
Mereka dilibatkan dalam penyusunan konten, uji kelayakan, serta pendampingan siswa saat implementasi. Hal ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan akademik, riset, dan kepemimpinan dalam dunia pendidikan.