OMI: Ajang Pembuktian Siswa Madrasah
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Oleh: Syamsul Bahri
(Kepala MTs Al-Hidayah Toboali)
Sebuah kompetisi tentunya akan membuat semua orang menjadi lebih baik lagi. Karena dengan adanya kompetisi akan melecut semangat untuk bisa berprestasi dan menunjukkan jati diri. Banyak nilai positif yang didapat dari sebuah kompetisi. Berbagai macam kompetisi bisa diikuti, baik oleh masyarakat umum maupun oleh siswa di sebuah lembaga pendidikan. Kompetisi itu terkadang bisa diikuti oleh semua instansi ataupun hanya dikhususkan untuk sebuah instansi. Misalnya ada sebuah kompetisi yang hanya boleh diikuti oleh kelompok atau golongan tertentu saja atau ada sebuah kompetisi yang boleh diikuti oleh semua kelompok atau golongan.
Bagi siswa madrasah, ada beberapa kompetisi yang bisa diikuti. Tercatat dalam beberapa tahun ke belakang setidaknya ada dua kompetisi resmi yang dilaksanakan oleh Direktorat KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Pertama, KSM (Kompetisi Sains Madrasah), kedua MYRES (Madrasah Young Researchers Supercamp) yang bisa diikuti oleh siswa madrasah. Pelaksanaan kedua kompetisi tersebut berjenjang, mulai dari tingkat madrasah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan tingkat Nasional. Untuk KSM pertama kali dilaksanakan pada tahun 2012, sedangkan MYRES pertama kali dilaksanakan tahun 2017.
Dua ajang tersebut melombakan banyak cabang ilmu, seperti sains, sosial, humaniora dan keagamaan. Walaupun akronimnya tidak mencantumkan kata sekolah (baca: hanya madrasah), namun dua kompetisi itu bisa diikuti oleh siswa sekolah umum juga. Karena di dalam juknisnya disebutkan kategori pesertanya adalah siswa MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA. Jadi, siswa dari sekolah umum (di luar madrasah) diperbolehkan untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Lalu yang dimaksud Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah sebuah gelaran nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama sebagai wahana membangun ghirah kompetisi sains kalangan siswa madrasah. Sejak awal digelar tahun 2012, KSM telah menjadi ajang yang positif dalam membangun budaya kompetisi. Pada tahun 2024, KSM berupaya mengelaborasi sains, budaya, dan teknologi dengan konteks nilai-nilai Islam. Integrasi sains dan konteks nilai-nilai Islam. (Juknis KSM)
Kemudian dalam laman resmi Kemenag RI disebutkan Kompetisi Sains Madrasah sejak pertama diselenggarakan sudah mengikutsertakan peserta dari madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) seluruh Indonesia. Mata pelajaran yang dilombakan yakni Matematika, Biologi, dan Fisika untuk MTs serta Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, dan Ekonomi untuk MA. Kemudian pada 2013 siswa madrasah ibtidaiyah (MI) mulai diikutsertakan, dengan mata pelajaran yang dilombakan yakni Matematika dan IPA. Selanjutnya pada 2016, ditambahkan pula soal materi keagamaan Islam yang diujikan untuk semua bidang, yang dibedakan menurut jenjang pendidikan. Hal ini berlaku hingga tahun berikutnya.
Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kebijakan baru ditetapkan pada 2018, dimana seluruh bidang yang bersifat keilmuan murni diintegrasikan dengan ilmu-ilmu agama islam yang sesuai dengan bidangnya, seperti materi ilmu waris dalam bidang Matematika, sehingga seluruh bidang diberi label "terintegrasi". Pada tahun ini pula untuk jenjang MTs bidang Biologi dan Fisika dilebur ke dalam IPA Terintegrasi, dan ditambahkan bidang IPS Terintegrasi.
Oleh karena itu, bidang yang dilombakan dalam KSM sejak 2018 adalah jenjang MI/SD: Matematika Terintegrasi dan IPA Terintegrasi, jenjang MTs/SMP: Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi, dan jenjang MA/SMA: Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Geografi Terintegrasi, dan Ekonomi Terintegrasi.
Selanjutnya yang dimaksud Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), merupakan sebuah ajang lomba karya tulis ilmiah madrasah berbasis riset bagi siswa MTs dan MA yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Sejak dilaksanakan pertama kali kompetisi ini memperlombakan cabang (1) Matematika, Sains dan Pengembangan Teknologi; (2) Ilmu Sosial dan Humaniora; dan (3) Bidang Ilmu Keagamaan Islam.
Jadi, jika dilihat dari jenisnya, maka dapat disimpulkan bahwa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) memperlombakan cabang sains dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) memperlombakan cabang riset.
Lahirnya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)