Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Kasus Bayi 11 Bulan Meninggal, RSBT Siap Investigasi

RSBT Pangkalpinang-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) PangkalPinang melalu pres relisnya menyampaikan perkembangan terbaru terkait dugaan kelalaian tenaga kesehatan dalam kasus meninggalnya seorang bayi yang sempat ramai diberitakan. 

Relis ini sebagai klarifikasi yang disampaikan pihak RSBT guna memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat serta meredam simpang siur pemberitaan yang beredar di publik.

Dikatakan, hari Kamis tanggal 04 September 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memfasilitasi

pertemuan mediasi antara pihak keluarga pasien dengan manajemen RSBT Pangkalpinang sekaligus tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam perawatan saat kejadian berlangsung. Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana penuh keterbukaan, di mana pihak keluarga menyampaikan aspirasi, pertanyaan, dan perasaan mereka secara langsung kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan. 

RSBT Pangkalpinang menegaskan bahwa langkah mediasi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk mendengarkan dan memberikan ruang komunikasi yang konstruktif dengan keluarga pasien.  

Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk mengawal proses investigasi yang tengah berjalan. Investigasi ini tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan pihak eksternal, termasuk Dinkes dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), guna memastikan transparansi dan objektivitas proses.

Selama diskusi yang berlangsung, RSBT Pangkalpinang dan keluarga pasien telah mencapai pemahaman bersama bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan investigasi berjalan secara menyeluruh. Kedua belah pihak berkomitmen untuk mengawal proses ini dengan tujuan utama memperbaiki dan membenahi sistem pelayanan rumah sakit agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Direktur RSBT Pangkalpinang, dr. Agus Subarkah Sp.Rad, menegaskan bahwa rumah sakit akan bersikap tegas dan profesional dalam menindaklanjuti hasil investigasi.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan investigasi ini dengan penuh keterbukaan dan melibatkan

pihak eksternal agar hasilnya objektif. Apabila terbukti adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian, RSBT Pangkalpinang tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Kami juga menjadikan peristiwa ini sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien,” ujar dr. Agus.

Segenap manajemen RSBT Pangkalpinang berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan proporsional, serta dapat memahami langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh rumah sakit bersama keluarga pasien dan pihak eksternal dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Seperti diketahui, bayi 11 bulan Bernama Al Zahyan meninggal dunia di RSBT yang membuat heboh

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) khususnya Pangkalpinang.  Menindaklanjuti ini, Polresta akhirnya tak tinggal diam.

Kasus ini bertambah hebh seiring dengan viralnya video seorang ibu di Pangkalpinang, AY yang tidak terima atas meninggalnya sang bayi.  AY mengatakan anaknya mengalami panas tinggi dan menggigil di ruang rawat inap hingga beberapa jam tanpa penanganan perawat.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan