Mensesneg: Lecutan untuk Pemerintah, Rojali, Rohana, Rohalus
Ilustrasi-screnshot-
EKONOMI negeri ini sedang berat.
--------------
MUNCULNYA fenomena Rojali, Rohana, hingga Rohalus, ada buktinya bahwa daya beli masyarakat negeri ini tengah 'tidak baik-baik saja'.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi meminta publik tidak menjadikan fenomena 'Rojali' (rombongan jarang beli) dan 'Rohana' (rombongan hanya nanya), sebagai bahan lelucon.
Apalagi sekarang ada pula istilah Rohalus (Rombongan cuma elus-elus).
Sebab, kata dia, hal tersebut menandakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sedang 'tidak baik-baik saja'.
"Saya sih terus terang tidak terlalu gembira dengan istilah itu. Menurut pendapat saya, istilah itu jangan dijadikan sebagai sebuah joke atau lelucon," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Itu adalah sebuah lecutan bagi kita bahwa memang masih banyak yang harus kita perjuangkan, masih banyak yang harus kita benahi," sambungnya.
Ia menilai bahwa adanya istilah Rojali dan Rohana tersebut menjadi pembelajaran untuk pemerintah untuk terus berbenah. seperti mengurangi kebocoran dan mendorong investasi lebih optimal.
"Bagi kami pemerintah, fenomena itu menjadi semacam pengingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang memang harus bekerja terus. Itu mendorong pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih optimal lagi. Mendorong investasi lebih optimal lagi, mengurangi kebocoran-kebocoran sebagaimana yang Bapak Presiden sering sampaikan," jelas Prasetyo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) yang belakangan ramai dibicarakan publik. Menurutnya, isu ini tidak sejalan dengan fakta ekonomi yang menunjukkan konsumsi masyarakat masih kuat.
Airlangga menyebut kinerja sektor ritel pada semester I-2025 masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Ia merinci, pertumbuhan penjualan dari tiga entitas usaha termasuk pabrikan dan jaringan minimarket masing-masing tumbuh.
"Kalau kita lihat kinerja keuangan sektor retail, jadi tiga perusahaan pabrik, satu minimarket, yang kedua salah satu yang banyak outlet di mall. Seluruhnya semester satu ini pertumbuhannya mendekati 5%, 4,99%, 6,85%, dan 12,87%. Ini menunjukkan bahwa terkait dengan isu Rohana dan Rojali ini, ini isu yang ditiup-tiup," kata Airlangga.***