Keputusan Sulit Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg, Agenda Penting Dalam Timnas
Gerald Vanenburg dan Patrick Kluivert -screnshot-
JELANG September 2025, sudah ada dua agenda besar tengah menanti sepak bola Indonesia.
-----------------
DUA agenda besar itu yakni FIFA Match Day untuk Timnas Indonesia senior dan Kualifikasi Piala Asia U-23. Baik Timnas Indonesia senior maupun U-23 sama-sama mempersiapkan diri dengan serius.
Namun situasi menjadi rumit karena tarik-menarik pemain antara pelatih Patrick Kluivert di tim senior dan Gerald Vanenburg di tim U23.
Dua Agenda Besar
Timnas senior akan menghadapi dua laga penting FIFA Match Day melawan Lebanon dan Kuwait di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada rentang 1–9 September 2025. Disaat yang hampir bersamaan, Timnas U-23 akan tampil dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama Korea Selatan, Laos, dan Makau.
Jadwal Timnas Indonesia U-23 dimulai pada 3 September melawan Laos, dilanjutkan Makau pada 6 September, dan ditutup dengan laga krusial kontra Korea Selatan pada 9 September 2025. Akan tetapi masalah muncul karena sejumlah pemain kunci U23 juga merupakan bagian penting di skuad senior.
Nama-nama seperti Justin Hubner, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra menjadi rebutan dua pelatih. Gerald Vanenburg membutuhkan mereka demi memastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-23.
Sementara Patrick Kluivert ingin memaksimalkan performa tim senior untuk meraih poin maksimal demi peringkat FIFA dan persiapan ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Butuh Kekuatan Penuh
Target utama Vanenburg jelas: lolos sebagai juara grup, atau minimal menjadi salah satu dari empat runner-up terbaik. Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi keuntungan, namun kehadiran Korea Selatan sebagai lawan berat membuat pertandingan terakhir menjadi kunci.
Gerald Vanenburg menekankan pentingnya memainkan skuad terbaik, termasuk pemain-pemain yang sudah rutin bermain di tim senior.
Tanpa pemain inti seperti Jasin, Ivar, Marcelino, Rafael, dan Mauro, peluang untuk menahan atau bahkan mengalahkan Korea Selatan akan menipis.