KSM Sahabat Farm Terima Mesin Pembubur Makan Magot dari UBB
Universitas Bangka Belitung saat menyerahkan mesin Pembubur maggot untuk KSM Sahabat Farm di Kelurahan Bukit Besar, Pangkalpinang.(Foto: IST).--
//Sampah Organik Kelurahan Bukit Besar Kini Dapat Diolah
KORANBABELPOS.ID - Di tengah meningkatnya persoalan sampah organik di Kota Pangkalpinang, harapan muncul dari sebuah sudut kecil di Kelurahan Bukit Besar. Sebuah mesin sederhana namun inovatif resmi diserahkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Farm, hasil rancangan kolaboratif antara Universitas Bangka Belitung.
Tak hanya menjadi simbol kemitraan antara dunia akademik dan masyarakat, mesin pembubur pakan maggot ini menjadi jawaban nyata terhadap tantangan pengelolaan sampah organik yang selama ini belum tersentuh secara menyeluruh. Kolaborasi dari pinggir Kota ini dilakukan pihak kampus, pemerintah, dan masyarakat.
Serah terima mesin pengolahan sampah dihadiri pihak Kecamatan Girimaya, Lurah Kelurahan Bukit Besar, Ketua KSM Sahabat Farm, KetuaTim Pengabdian Tingkat Universitas dari Universitas Bangka Belitung (UBB) Ir. Eka Sari Wijianti, S.Pd., M.T. dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UBB.
Lurah Bukit Besar Yudarni, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini: Mengingat sampah menjadi salah satu permasalahan utama di Kota Pangkalpinang.
"Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Bangka Belitung yang telah membantu KSM Sahabat Farm dengan membuat mesin pembubur sampah organik. Ini sangat bermanfaat, meskipun masih pada skala kelurahan. Harapannya, program ini bisa terus berkembang ke tingkat kecamatan bahkan kota," ungkap Yudarni, Kamis (24/7/2025).
Lebih lanjut ia menekankan, pentingnya keberlanjutan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan terus berubah. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap kerja sama ini tidak berhenti begitu saja.
"Dengan adanya pengabdian dari pihak universitas, kami percaya dinamika yang terjadi di masyarakat dapat terus diakomodir,” ujarnya.
Sementara itu Ketua KSM Sahabat Farm, Didik Sugianto ikut menyambut maggot sebagai solusi lokal berdampak global. Mengingat banyaknya sampah organik yang tidak terkelola dan hanya sebagian kecil saja berhasil diolah.
"Padahal, dampaknya sangat luas, bahkan bisa merusak lapisan ozon akibat gas metana yang dihasilkan dari pembusukan. Maggot sebagai pengurai lebih aman dan bisa mengurangi emisi metana,” jelasnya.
Menurutnya mesin pembubur ini bukan sekadar alat bantu produksi, tapi bagian dari perjalanan edukatif yang sedang dibangun di masyarakat:
“Kami ingin mengedukasi masyarakat. Sekarang memang masih skala kecil, tapi ke depan, dengan bantuan dari Universitas Bangka Belitung dan mungkin juga dari pemerintah kecamatan atau kota, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak orang dan menyelesaikan lebih banyak masalah lingkungan," tegasnya.
Mesin pembubur pakan maggot ini dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi bahan pakan maggot yang efisien, higienis, dan cepat terurai. Selain menghasilkan pakan berkualitas, sistem ini juga membantu mengurangi volume sampah organik rumah tangga yang biasa menumpuk dan terbuang begitu saja.
Kegiatan serah terima ini juga dirangkai dengan pelatihan singkat penggunaan mesin, yang dipandu langsung oleh tim teknis dari UBB. Melalui deru mesin maggot yang kini mengisi ruang kecil di Sahabat Farm, diharap mendukung kota yang lebih bersih. Selain itu, menjadikan masyarakat yang lebih mandiri untuk pengelolaan sampah.(trh/rel)