Peluncuran 80 Ribu Koperasi se Indonesia, Ini Harapan DKUKMINDAG Basel
--
TOBOALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) bersama dengan jarak Forkopimda dan OPD secara resmi mendengarkan peluncuran 80 Ribu Koperasi se Indonesia yang langsung diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto bertempat, di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Pada kegiatan peluncuran 80 ribu koperasi ini Pemkab Basel mendengarkan melalui video zoom di lantai 2 perkantoran Bupati di ruangan gunung Namak.
Dalam kegiatan tersebut turut datang, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Kapolres Basel, Kasdim 0432/Basel, Ketua DPRD, ketua APDESI, Kabinda Basel, serta para Kades di Basel.
PLT Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMindag) Basel Deka Indra menyebutkan, sesuai dengan instruksi kementerian peluncuran 80 ribu koperasi hari ini sekaligus dalam rangka peringatan hari koperasi Nasional ke 78 tahun 2025.
"Peluncuran koperasi ini juga bagian dari peringatan hari koperasi Nasional ke 78 tahun 2025," ungkapnya, Senin (21/07).
Dikatakannya, seperti kata pak presiden tadi Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan kemandirian desa yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Selain itu untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk Basel sendiri beberapa hari lalu juga mendapatkan penghargaan kedua sebagai Kabupaten yang cepat dalam mendirikan koperasi merah putih.
Kendati demikian saat ini sudah ada lima koperasi yang dari sesuatunya mulai dari Administrasi maupun lokasi untuk koperasi yang sudah siap.
"Kita mempunyai lima koperasi yang sudah siap dari kelengkapan administrasi maupun lokasi untuk koperasi tersebut beserta bangunannya. Kelima koperasi ini berada di desa Celagen, Bukit Terap, Batu Betumpang, Sadai dan Pasir Putih," terangnya.
Disebutkannya, Kopdes ini nantinya akan mendapatkan pinjaman dari pusat maksimal mencapai 3 miliar, tetapi tidak sekaligus langsung mendapatkan bantuan tersebut. Bantuan ini tergantung pengajuan dari Kopdes dan akan di verifikasi dahulu.
Misalnya, Kopdes A mengajukan bantuan sebesar 500 juta, lalu akan diverifikasi oleh Pusat mulai dari apa bentuk usahanya, administrasinya bagaimana.
"Pinjaman Kopdes ini bisa mencapai hingga 3 miliar, tetapi bukan langsung disetujui, masih ada proses verifikasi dan sebagainya layak tidak mendapatkan bantuan sebesar itu," terangnya.
"Kami berharap Kopdes ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan turut menaikkan perekonomian di daerah tersebut," tambahnya. (im)