Cerita Saykoji saat Mendaki Gunung Rinjani
Saykoji-Screenshot-
Baru-baru ini, pendaki asal Brasil dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani. Insiden itu menambah daftar panjang tragedi yang terjadi di gunung yang terkenal dengan keindahan alamnya tersebut. Kabar ini pun sampai ke telinga musikus Igor Saykoji dan istrinya, Tessy Penyami yang memiliki pengalaman mendalam dengan Gunung Rinjani. Saykoji disebut sudah tiga kali mendaki Rinjani, sedangkan sang istri empat kali termasuk bersama anak mereka.
Namun, di balik pengalaman yang mengesankan itu, tersimpan pula cerita pahit yang tak terlupakan. Pada pendakian pertama mereka, Saykoji dan rombongan mengalami berbagai kendala yang membuat mereka nyaris menyerah. "Kami tuh awalnya kaget banget di sana, di medan karena gak nyangka sesulit ini medannya," ungkap Tessy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Tessy menambahkan pengalaman pertama ke Rinjani tersebut menjadi pelajaran berharga bagi suaminya. Dari 10 orang yang memulai pendakian, setengahnya harus "gugur" sebelum mencapai puncak. Tessy mengungkapkan Saykoji luka karena terjatuh, sehingga harus kembali turun ke kaki gunung untuk mendapat perawatan. Tak sendiri, 4 orang dalam rombongan mengalami masalah pada kali, sehingga harus merelakan puncak Rinjani. "Gugur summit attack-nya karena Igor luka, jatuh, kepleset, sampai sekarang masih ada lukanya sama bekasnya," ujar Tessy.
Saykoji mengaku itu pengalaman pertamanya mendaki Rinjani, sehingga tidak memprediksi sulitnya medan gunung. Dia menyebut Rinjani memang berbeda dengan gunung umumnya, karena terjalnya medan dan diapit jurang dalam di sisi jalan. Oleh karena itu, dia melakukan persiapan lebih ketika mendapat kesempatan mendaki gunung Rinjani untuk kali selanjutnya. "Makanya tahun tahun selanjutnya, kami persiapan jauh lebih baik untuk ke Rinjani-nya lah," kata Saykoji. (ant)