Balita Meninggal Akibat DBD
SUNGAILIAT - Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra menyebut seorang anak balita berinisial Rf (4) meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Rf dinyatakan meninggal dunia di RSUD Eko Maulana Ali oleh tim medis akibat DBD dan penyakit komorbid atau ada penyakit yang lain," kata Boy Yandra di Sungailiat, Rabu.
Menurut dia, tim medis tidak berhasil menyelamatkan Rf yang hanya menjalani perawatan selama setengah jam atau masuk rumah sakit pukul 07.00 WIB dan meninggal dunia pukul 07.30 WIB.
"Kita berharap angka kematian akibat DBD dapat ditekan seminimal mungkin meskipun angka kasus DBD terbilang cukup banyak," jelas dia.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari 12 puskesmas yang tersebar di delapan kecamatan, angka DBD mencapai 201 kasus, masing - masing di Puskesmas Rebo 32 orang, Puskesmas Sungailiat 33 orang, dan di Puskesmas Sinar Baru sebanyak 17 orang.
Kemudian Puskesmas Batu Rusa 31 pasien DBD, Puskesmas Belinyu 19 pasien, Puskesmas Gunung Muda 11 pasien DBD. Puskesmas Riau Silip menangani sebanyak 19 pasien DBD, dan Puskesmas Pemali sebanyak 16 pasien.
Puskesmas Petaling diketahui menangani enam orang pasien DBD, Puskesmas Penagan tiga orang, Puskesmas Bakam sebanyak lima orang pasien DBD, dan di Puskesmas Puding Besar menangani satu orang pasien DBD.
"Masyarakat harus benar-benar menerapkan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah," kata Boy Yandra yang juga menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Bangka Belitung.
Ia menyarankan kepada seluruh perangkat desa atau kepala lingkungan menyerukan ke masyarakat supaya semangat melakukan gerakan pemberantasan saran nyamuk dengan waktu yang terjadwal minimal satu minggu sekali.
"Pemberantasan saran nyamuk dengan memberikan lingkungan rumah seperti saluran air untuk memastikan tidak ada genangan air, membersihkan sampah dengan menimbun atau mendaur ulang barang bekas, menguras bak mandi secara rutin," kata dia. (ant)