Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas: Menelusuri Peran Pendekatan Kualitatif dalam Dunia Pendidikan
Ilustrasi-Screenshot-
Oleh:Megita, Padia, dan Muhammad Iqbal Arrosyad
Universitas Muhmmadiyah Bangka Belitung
Manajemen kelas adalah elemen krusial dalam keberhasilan proses belajar. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan menjaga ketertiban di dalam kelas, tetapi juga mencerminkan kemampuan seorang guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung, inklusif, dan memotivasi siswa.
Dalam pendekatan kualitatif, prinsip-prinsip manajemen kelas menuntut guru untuk memahami semua dinamika interaksi sosial di kelas secara mendalam, tidak hanya melalui angka dan statistik, melainkan melalui pengamatan, refleksi, serta pemaknaan atas pengalaman nyata yang terjadi di lingkungan belajar.
Pendekatan kualitatif dalam pengelolaan kelas didasarkan pada keyakinan bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, yang mempengaruhi cara mereka belajar. Penelitian terbaru oleh Waluyo dan Amalia (2024) mengungkapkan bahwa gaya belajar siswa terbagi dalam proporsi: sekitar 45% dari mereka memiliki kecenderungan visual, 30% auditori, dan 25% kinestetik.
Hal ini menunjukkan bahwa para guru tidak dapat menggunakan satu pendekatan saja dalam pengelolaan kelas. Di sisi lain, Riwayatiningsih (2024) menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang fleksibel dalam interaksi di kelas, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan relevan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat hubungan emosional antara guru dengan murid.
Dengan memahami kondisi ini, pendekatan kualitatif mendorong guru untuk lebih peka terhadap kebutuhan individual siswa dan menyesuaikan strategi manajemen kelas berdasarkan dinamika sosial serta psikologis yang berkembang di lingkungan belajar.
Sebagai kosekuensinya, guru diharapkan untuk menerapkan prinsip-prinsip humanistik dalam pengelolaan kelas. Salah satu prinsip pentingnya adalah membangun hubungan yang baik antara guru dan murid. Hubungan ini ditandai dengan komunikasi yang jujur, kepedulian, dan penghargaan terhadap pandangan serta perasaan siswa.