Mengikuti Retret Para Kepala Daerah di IPDN, Ketat, Dilarang Keluar Kampus
Salah Satu Peserta Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.-screnshot-
PARA kepala daerah yang mengikuti kegiatan retret orientasi kepemimpinan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, harus mengikuti sejumlah aturan yang ketat.
--------------
LAYAKNYA praja IPDN yang sedang menempuh pendidikan, para kepala daerah ini diawasi petugas selama menjalani retret. Salah satu aturannya adalah larangan keluar dari lingkungan kampus. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, para kepala daerah diawasi oleh petugas, baik itu saat rangkaian kegiatan retret, atau setelah kegiatan usai.
"Tidak boleh sama sekali sampai selesai (keluar lingkungan IPDN)," kata Bima saat ditemui di Kampus IPDN.
Sampai dengan hari ke-3 retret, Bima menuturkan, para peserta disiplin mengikuti aturan yang berlaku. Hal yang diawasi salah satunya adalah pesan makan via ojek online. Menurut Bima, hal itu tidak diperbolehkan panitia sebab peserta sudah disediakan makan dan minum, juga waktu yang ditentukan untuk menyantap hidangan.
Dia mengungkapkan, pada saat kegiatan retret gelombang I di Akademi Militer (Akmil) Magelang, banyak kepala daerah yang bandel dengan memesan makan atau minum melalui layanan pesan antar. Panitia pun menegaskan kembali kepada peserta saat pengarahan retret gelombang II ini.
"Kami lihat peserta sangat disiplin, tidak ada yang mencoba atau meminta untuk keluar dan tidak ada yang memesan makanan dari luar, karena waktu gelombang pertama, cukup banyak juga yang jenuh dengan masakan," jelasnya.
"Sekarang semua belum terindikasi beli makanan dari luar," lanjutnya.
Ia mengungkapkan, sebagai antisipasi kepala daerah jenuh dengan hidangan retret, panitia menyediakan food truck di depan barak asrama.
"Food truck standby di depan media center dan standby di depan asrama peserta. Di situ ada kuliner lokal, oleh-oleh, kopi lokal, ada es teler, wajik dan lain-lain, itu diminati peserta jadi mereka kudapannya di situ," terang dia.
Selain pesan online, durasi makan para kepala daerah juga begitu singkat. Mereka diharuskan menghabiskan makanan selama dua lagu dinyanyikan. Teknik makan 'Menza' ala Praja IPDN ini semula sulit peserta sesuaikan. Namun Bima mengungkapkan, kini mereka sudah terbiasa.
"Hari pertama memang pada kaget, begitu duduk pisang disamber. Cuma saya lihat, hari kedua sudah mulai menyesuaikan, tetapi kami memahami bahwa banyak senior juga," imbuhnya.***