Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Istana Akui Pengarsipan 'Pulau' Tak Rapi Pulau 7 Milik Siapa?

Hidayat Arsani-screnshoot -

KORANBABELPOS.ID.- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto usai adanya 4 pulau yang sempat memicu polemik dan akui pengarsipan tak rapi.

---------------

PRAS mengungkapkan bahwa Prabowo berpesan agar merapihkan pengarsipan.

"Ini bagi kami pemerintah menjadi pembelajaran ke depan, harus kita rapikan semua pengarsipan-pengarsipan kita ini," kata Prasetyo.

Prasetyo mneyampaikan bahwa kasus ini tidak hanya terjadi di Sumatera Utara dan Aceh saja, tapi juga wilayah lain.  Ia menyebutkan adanya usul dua wilayah berdekatan untuk membuat kesepakatan terkait perbatasan.

"Karena berdasarkan laporan dari Bapak Mendagri ternyata juga tidak hanya di 4 pulau antara perbatasan Sumut-Aceh, tapi ada juga di beberapa provinsi lain juga mirip, ini momentum yang baik untuk kita berbenah ke depan kita rapikan. Tadi juga ada usul untuk membuat kesepakatan di antara dua wilayah yang berdekatan supaya tidak muncul masalah seperti ini lagi di kemudian hari," ucapnya.

Pras mengungkapkan Prabowo juga menyampaikan terima kasih ke seluruh jajaran terkait yang terlibat dalam penyelesaian permasalahan.  Kemudian, Prabowo juga disebut mengapresiasi sikap Gubernur Sumut dan Aceh yang dinilai arif dan bijak dalam menyikapi persoalan ini.

"Kemudian kedua gubernur bersepakat untuk mari memperbaiki kesepakatan," ujarnya.

Konflik Pulau 7?

Bagaimana dengan Pulau 7 alias Pekajang?  

Pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi, bahwa ricuh kepemilikan pulau ini tak hanya Aceh dan Sumut tapi juga wilayah lain, adalah momentum bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk soal kepemilihan Pulau 7.  

Gubernur Babel, Hidayat Arsani menyatakan akan menyelesaikan sengketa Pulau Tujuh di Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia, agar tidak menimbulkan kegaduhan di bangsa ini.

"Kita tidak ingin sengketa Pulau Tujuh seperti Aceh dengan Sumatera Utara yang menimbulkan kegaduhan di negeri ini," kata Hidayat.

Ia mengakui kegaduhan soal Pulau 7 sudah cukup lama.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan