Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Produk Indonesia Kian Menggeliat di Pasar Haji, Ekspor Bumbu Tembus Puluhan Miliar

Produk Indonesia Kian Menggeliat di Pasar Haji, Ekspor Bumbu Tembus Puluhan Miliar.-Screenshot-

PENETRASI produk Indonesia di pasar haji Arab Saudi menunjukkan kemajuan signifikan pada musim haji 2024.

KONSUL Jenderal RI di Jeddah Yusron B Ambary menyebut penggunaan bumbu instan dan produk perikanan asal Indonesia meningkat tajam. Bahkan nilai kontrak untuk bumbu masak saja mencapai Rp 87 miliar.

Arahan presiden mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mulai menunjukkan hasil positif dalam ekosistem layanan haji.

Tahun ini, sejumlah produk makanan olahan dari Indonesia berhasil masuk dan digunakan oleh dapur-dapur penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.

“Kalau tahun 2023 banyak yang macet, tahun ini sudah jauh lebih baik. Bumbu masak hampir 100 persen sudah menggunakan produk Indonesia,” ujar Yusron dalam keterangannya.

Pihaknya bekerja sama dengan sembilan importir Indonesia yang telah lama eksis di Arab Saudi. 

Kolaborasi itu menjadi jalan keluar menghadapi ketatnya regulasi Saudi Food and Drug Authority (SFDA) yang selama ini menjadi tantangan utama bagi produk makanan masuk ke pasar Saudi.

Menurut Yusron, salah satu faktor kunci keberhasilan tahun ini adalah peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited yang berfungsi sebagai semacam “jalan tol” distribusi. 

Produk seperti tuna kaleng, bumbu masak, mie, dan santan dari Indonesia dipastikan masuk melalui BPKH Limited dan dipesan langsung oleh dapur-dapur penyedia konsumsi jemaah.

“Tanpa ada importir lokal, kita tidak bisa masukkan barang. Tapi tahun ini alhamdulillah penjualannya naik. Kami bahkan keliling dapur-dapur untuk memastikan produk Indonesia benar-benar digunakan,” ungkapnya.

Nilai kontrak yang tercatat untuk produk bumbu masak asal Indonesia pada musim haji tahun ini mencapai Rp87 miliar. 

Meski belum ada data persentase pasti untuk keseluruhan produk dan jasa Indonesia yang terserap, Yusron optimistis tren positif ini akan berlanjut.

Sebagai catatan, ekspor makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi tahun lalu mencatat peningkatan signifikan—terbesar kedua setelah Spanyol.

Ke depan, KJRI Jeddah juga menargetkan agar produk Indonesia bisa menjangkau negara-negara lain di kawasan, dengan rencana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan kantor-kantor haji negara sahabat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan