Refleksi Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025
--
Oleh Rudiyanto, S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Bangka Selatan
Momentum Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum yang sangat sakral khusunya bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tanggal 2 Mei tidak dapat hanya dianggap sebagai kegiatan seremonial tahunan ditandai denagan upacara dan kegiatan perlombaan-perlombaan saja.
Hal ini disebabkan karena tolak ukur kemajuan sebuah bangsa adalah bagaimana keadaan pendidikan disuatu bangsa tersebut. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang evaluasi dan perbaikan-perbaikan pada dunia pendidikan kedepan guna mewujudkan kualitas pendidikan yang bermutu bagi bangsa Indonesia.
Beberapa negara yang terbukti maju dengan senantiasa mengedepankan kualitas pendidikan misalnya adalah negara Jepang. Pada saat hancurnya kota Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom oleh pasukan sekutu, Kaisar Hirohito bertanya kepada para Jenderalnya berapakah jumlah guru yang tersisa, bukan jumlah tentara yang gugur.
Hal ini menjadi bukti sejarah, negara Jepang yang telah menjadi negara maju seperti saat ini, menempatkan dunia pendidikan ke dalam porsi yang paling utama dalam sebuah kemajuan bangsa dalam setiap lini kehidupannya.
Bagi seorang pendidik dan stakeholder pendidikan, Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan inovasi dan dedikasinya guna menjalankan amanat Undang-Undang yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dengan senantiasa mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya dengan memberikan pendidikan terbaik dan bermutu, guna melahirkan peserta didik yang cerdas dan berkarkter.
Bagi peserta didik, momentum Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) ini, hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang belajar secara gigih guna menjadi generasi peserta didik yang hebat dan kuat.
Arus globalisasi dan kemajuan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk menumbuhkembangkan kreativitas anak bangsa.
Walaupun tidak sedikit generasi penerus bangsa yang terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti Judi Online (judol), hoaks, perundungan dan lain sebagainya akibat dari kontrol diri yang lemah terhadap kemajuan teknologi,informasi dan komunikasi.
Kerja sama para pendidik, orang tua dan seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan sangatlah penting dalam mengarahkan dan memberikan pemahaman terhadap peserta didik, sehingga dapat bijaksana dalam menghadapi kemajuan arus globalisasi dan kemajuan Teknologi, Informasi dan Komunikasi.
Dari perkembangan dan kemajuan Teknologi, Informasi dan Komunikasi, peserta didik dapat belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan tentang coding, sehingga mahir dalam pemrograman komputer, belajar dan memperdalam AI (Artificial Intelligence) dan lain sebagainya.
Selain itu, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN) telah membuat beberapa program pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang bermutu. Program-program tersebut misalnya tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang meliputi, bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat, senam anak Indonesia hebat dan lain sebagainya.
Para pendidik, peserta didik dan stakeholder pendidikan hendaknya dapat mengimplementasikan program-program tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sehingga akan tercipta pendidikan yang bermutu serta akan lahir generasi-generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat dan berkarakter.
Pada akhirnya, pendidikan adalah garda terdepan dalam sebuah kemajuan bangsa.
Oleh karena itu, para pemangku kebijakan hendaknya dapat mengutamakan dan mengedepanan keperluan dan kebutuhan dunia pendidikan dan program-program dalam rangka memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Selain itu, para pendidik dan peserta didik serta stakeholder pendidikan hendaknya dapat meningkatkan komitmennya dengan cara terus berinovasi dan berdedikasi dalam proses pembelajaran.