Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Peringatan HUT Kota Sungailiat ke 295, Pejabat Kompak Pakai Stanjak Depati

--

    SUNGAILIAT - Kota Sungailiat sebagai ibukota Kabupaten Bangka merayakan hari jadi ke 295, tepatnya 27 April 2025 kemarin.  Peringatan HUT Kota Sungailiat ke 295 tahun diperingati dengan sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (28/4/2025).
    Tampak hal yang unik, hampir semua yang hadir di gedung DPRD Bangka, mengenakan pakaian adat Melayu Bangka juga dilengkapi Stanjak Depati yang menjadi khas budaya Melayu Bangka. Kekompakan, kebersamaan para pejabat unsur Forkopimda, para anggota DPRD dan para Kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda di Kabupaten Bangka tersebut membuat semakin meriah peringatan HUT Kota Sungailiat ke 295 tahun.
    Menurut Tokoh Budaya Kabupaten Bangka, Wahar Saxsono, yang juga pengrajin Stanjak Depati mengatakan, Stanjak Depati yang dipakai para pejabat di Lingkungan Pemkab Bangka menghadiri peringatan HUT Kota Sungailiat ke 295 merupakan duplikasi ikat kepala yang dipakai pahlawan nasional yakni Depati Bahren atau Depati Amir.
    Ide kreatif mulai dibuatkan Stanjak Depati di Bangka sejak tahun 2016 oleh Ali Desman dan hingga sekarang.
Stanjak Depati resmi mulai dikenakan disetiap peringatan acara tradisi adat Melayu Bangka dan acara lainnya, setelah adanya kesepakatan para tetua dan sesepuh adat Kabupaten Bangka, saat itu dihadiri perwakilan BPNB provinsi Kepulauan Riau, Ketua HARPI Melati pusat dan pengurus HARPI Kabupaten Bangka.
    Juga pertemuan dan pemakeman pakaian adat pengantin Bangka pada tanggal 14 Juli 2016 dan sudah ada Surat Keputusan (SK) Lembaga Adat Melayu Bangka No.027/SK-LAM/2018 tanggal 10 Juni 2018." ujar Wahar Saxsono kepada wartawan di gedung DPRD Bangka Senin (28/4/2025).
    Dikatakan Wahar Saxsono, selanjutnya oleh Pemerintah Kabupaten Bangka telah dibuat Peraturan Bupati (Perbup) Bangka No.4 tahun 2017.
    "Keberadaan Stanjak Depati menjadi ciri khas budaya Kabupaten Bangka serta jati diri budaya Melayu Bangka yang harus dilestarikan. Dan juga turut menghormati, menghargai jasa pahlawan nasional Depati Amir." kata Wahar Saxsono yang juga pengerajin Stanjak Depati ini. (dee)


Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan