Ratusan Warga Terserang Penyakit DBD
Ratusan Warga Terserang Penyakit DBD.-istimewa-
SUNGAILIAT - Musim penghujan berpotensi meningkatnya kasus demam berdarah (DBD). Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak terkena penyakit DBD yang mematikan tersebut.
"Waspadai dalam musim penghujan dengan kenaikan penyakit demam berdarah. Waspada terhadap penyakit demam berdarah yang ada di sekitar lingkungan kita," ungkap Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Rabu (19/3).
Untuk itu masyarakat diharap menjaga lingkungan tempat tinggal dengan baik dalam keadaan bersih. Upaya menjaga lingkungan ini untuk menghindari serbuan nyamuk demam berdarah di rumah dan lingkungan tempat tinggal. Pihaknya juga melakukan upaya penyemprotan foging untuk mengurangi peredaran nyamuk DBD.
Terkait DBD, saat ini jumlah kasus hingga Minggu kesebelas tahun 2025 sudah 83 pasien terjangkit DBD. Walau tidak ada kasus kematian pasien DBD namun di Sungailiat tercatat paling tinggi pasien DBD.
"Di Sungailiat ada 34 pasien DBD, tertinggi di Puskesmas Rebo 23 orang, Puskesmas Sinar Baru 7 orang dan Puskesmas Sungailiat 4 orang," jelasnya.
Penderita DBD juga mencapai 16 orang di wilayah Puskesmas Baturusa, Puskemas Riausilip 12 orang, Pemali 9 orang. Di Puskesmas Belinyu 8 orang, Puskesmas Gunung Muda 6 orang, pUske Petaling 3 orang Puskesmas Penagan 2 orang, Puskesmas Bakam 1 orang dan Puskesmas Puding Besar 1 orang. "Kita berharap kepada masyarakat selalu mewaspadai penyakit demam berdarah ini," katanya
Masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan bila sakit dengan ciri-ciri mual, panas, bercak merah dan pusing. Tanda-tanda DBD tersebut harus diantisipasi guna penangan cepat agar tidak menjadi fatal
"Jangan dianggap enteng, kalau terlambat bisa berakibat kematian nantinya. Mudah mudahan tahun 2025 tidak ada kematian karena tahu. 2024 di Kabupaten Bangka ada enam orang meninggal karena DBD," sebutnya.