Baca Koran babelpos Online - Babelpos
Sabtu, 11 Jul 2026
Network
Beranda
Headline
Pangkalpinang
Politika
Daerah
Bangka
Bangka Tengah
Bangka Selatan
Bangka Barat
Belitung
Belitung Timur
Komunikasi Bisnis
Advetorial
Kolom
Catatan Politik
Bahasa
History
Taring
Soccer
Lainnya
Gadget
Hiburan
Literasi
Kesehatan
Nasional
Opini
Pendidikan
Network
Beranda
Opini
Detail Artikel
Budeng
Reporter:
Admin
|
Editor:
Budi Rahmad
|
Jumat , 10 Jul 2026 - 18:17
Rusmin Sopian.-dok-
budeng cerpen rusmin sopian "ka neh lah tekenek pelet orang bini penari tuh, sehingga ka dak pacak agik ngelupak die. jadi budeng." suara sang ayah menggelegar. menghantam kuping markudut, sang anak yang mematung duduk di kursi tamu rumah mereka. sementara sang ibu menatap tajam ke arah sang anak yang diam bak patung lilin. malam makin meninggi seiring cahaya rembulan yang mulai menaiki langit. suara ayah dan ibunya pun makin meninggi seiring kekecewaan yang melanda hati mereka sebagai orang tua. "sebagai orang tue, kami bener-bener sangat kecewa nian ken sikap ka. sangat kecewa nian," ungkap sang ayah dengan nada suara berat berbalut kekecewaan yang mendalam. "ape yang ka arep dari orang bini penari itu? pacak ka nue nian budeng ken orang bini penari itu?," sambung ibunya. "ape ka lah temaken ken gune-gune orang bini penari itu sehingga ka lah nue nian budeng e ken die? cube ka mandik aik pelicek macem petuah orang tue duluk ," saran ibunya. markudut tetap terdiam. tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. mulutnya terkunci rapat. bak koruptor yang tertangkap tangan oleh kpk yang tidak mau menjawab pertanyaan para jurnalis. ingatan markudut menerawang jauh. sangat jauh. perkenalannya dengan marfuah, seorang perempuan telah meluluhlantakkan jiwanya. markudut, seorang lelaki yang lugu, kini terbuai dengan pesona marfuah. marfuah adalah seorang gadis yang berprofesi sebagai seorang penari. usianya sekitar 40 tahunan. wajahnya cantik bak bintang sinetron striping di tipi. gerakan tubuhnya saat menari di atas panggung sangat luwes. mempesona para penyaksi. digila-gilai kaum adam. tidak heran bila tangan-tangan jahil berusaha menjamahnya dengan saweran. suara-suara nakal membisikkan hamparan harapan di telinganya. pesona kecantikannya tak tertandingi. kemasyhuran namanya sebagai penari menembus hingga ke kampung-kampung terluar. bahkan mampu menaklukkan hati para pembesar dari berbagai pelosok untuk blusukan ke kampung demi melihat dirinya tampil menari di atas panggung. "aku hiran nue ken penari nih. ngape lum pakai kawin?," tanya seorang teman markudut saat mereka menonton pertunjukan marfuah menari dalam sebuah acara di pendopo kecamatan. "padahal muke e cikar. juged e sangat lihai. dak mungkin, dak de urang laki yang dak nek ken die" sambung teman markudut lainnya. "atau.., jangan-jangan, urang bini penari itu yang dak nek nerimak cinta dari urang laki hekaban tuh," sahut teman markudut lainnya sembari tertawa. markudut hanya terdiam mendengar celotehan kawan-kawannya. jiwa mudanya menggelora. dia mulai berangan-angan bisa menjadi orang yang dicintai penari itu. ya, menjadi lelaki pilihan hati sang penari. impian markudut tampaknya bukan sekedar angan-angan semata. bukan sekedar mimpi di siang bolong yang panas membara. bukan cerita abunawas. apalagi kelakar bak buk geriul. entah bagaimana ceritanya, usai menari di pendopo kecamatan malam itu, penari idola kaum pria itu meminta markudut untuk mengantarnya pulang ke rumahnya. tawaran istimewa dari sang penari tersohor itu tidak disia-siakan markudut. semua mata memandang ke arahnya yang membonceng sang penari meninggalkan pendopo kecamatan. "sungguh beruntung nian markudut," ujar temannya. "mimpi ape kawan kite tuh semalem," sambung temannya yang lain. "malem ini mimang malemnya markudut. dak kanggo-kanggo ditolak kalau rezeki lah datang," ucap temannya yang lain. mereka menganggukan kepala. dan ini adalah untuk pertama kalinya markudut sebagai lelaki dewasa membonceng seorang perempuan. baru kali ini. sebelumnya tidak pernah sama sekali. kecuali membonceng ibunya saat minta diantarkan ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. tak heran, bila kegugupan melanda sekujur tubuhnya saat mengendarai sepeda motor. apalagi saat sang penari melingkarkan tangannya ke pinggangnya membuat tubuh markudut menjadi gemetar. sekujur tubuhnya panas dingin bak orang yang diserang malaria. badannya terasa dingin. keringat mengucur deras. membanjiri sekujur tubuhnya. demikian pula dengan detak jantungnya. tak beraturan. tidak heran pula bila sepanjang perjalanan menuju rumah sang penari, motor yang dikendarai markudut menjadi tidak stabil. markudut ibarat bak orang yang baru belajar mengendarai sepeda motor. padahal semenjak menempuh pendidikan di sekolah menengah atas, dirinya sudah mengendarai sepeda motor saat berangkat sekolah. demikian pula saat kuliah, sebuah sepeda motor siap mengantarkannya ke kampus. itu adalah malam yang menjadi awal lengketnya hubungan dua anak manusia. kini, markudut selalu mengantar marfuah saat pertunjukan menari dan menjemput marfuah usai pertunjukan menari sang penari. setiap hari, lelaki muda itu selalu berada di rumah marfuah. pulang ke rumah saat cahaya matahari mulai menuruni langit. kembali lagi ke rumah marfuah saat sinar rembulan mulai menaiki langit. dan sejak malam itu pula , perseteruan dirinya dengan keluarganya yang sangat menentang hubungan dirinya dengan marfuah dimulai. hubungan dirinya dengan marfuah bukan hanya mendapat tantangan dari ayah dan ibunya semata. suara cibiran datang dari semua warga kampung. semua warga kampung membicarakan hubungan dua anak manusia berbeda jenis itu. seolah-olah dengan membicarakan kisah asmara antara sang penari dengan seorang anak muda, sejenak mereka melupakan kehidupan sehari-hari mereka yang makin teramat sulit. "dunio nek kiamat," ungkap roi seorang warga kampung saat beberapa para warga berkumpul di sebuah warung kopi yang terletak diujung kampung. "mimangnya ka lah dapet ciri-cirinya?," tanya seorang pengunjung warung kopi penuh tanya. "ape ka pikir markudut nek ken marfuah bukan salah satu ciri dunio ini nek kiamat?," jawab roi sembari menyeruput kopi. "ape salahnya kalau mereka bedue tuh nek kawin? marfuah agek dayang. markudut gek bujang." tanya pengunjung warung kopi yang memakai baju kaos bergambar calon bupati. "dak de nian yang salah dengan hubungan orang tuh. ini pe hanye soal kepantasan bae. jarak umor mereka terlalu jaoh. bak bumi ken langet. marfuah itu pas e jadi ayuk markudut . bahkan emaknya markudut. bukan calon laki e," jelas roi. sontak, para pengunjung warung kopi terdiam mendengar penjelasan roi. di saat cahaya rembulan sudah diatas kepala, di teras rumah marfuah, wajah markudut tampak lesu. wajah lelaki muda itu menampakkan sebuah kegalauan jiwa. tidak biasanya dimana keceriaan selalu menjalari raganya saat berada di rumah marfuah. selama ini, saat berada di teras rumah sang penari itu, jiwanya selalu berbungkus kebahagiaan. jiwanya dibaluri kegembiraan. ucapan yang disampaikan marfuah malam itu, telah membuat hatinya luka. teriris-iris. jiwanya mati. tidak ada lagi yang membahagiakan dirinya. "kite dak mungkin kawin. umor kite. gawe aku dan keluarga mu adalah penyebab semue itu," terang marfuah kepada markudut. "jadi ka menolak cinta ku ok?," tanya markudut. marfuah tersenyum. memandang ke arah markudut. senyum penuh pesona ditaburkannya. senyum yang selalu membuat lelaki berbunga-bunga. tak terkecuali markudut. "denger ok orang bujang. hidup neh bukan soal cinta bae. ada faktor lain yang dak pacak muet kite hidup same-same. ape agik untuk berumah tanggak," jawab sang penari. hati markudut pun terkoyak saat mendengar kalimat itu. "jadi ka selame nih mempermainkan cinta aku ok?," tanya markudut penuh selidik. marfuah menggelengkan kepala. dia teringat dengan nasehat ibunya beberapa waktu lalu. matanya menatap rembulan. cahaya rembulan menerangi wajah cantiknya. suaranya kembali terdengar. menghantam jiwa muda markudut. "ka agik mudak. agek terbentang luas hidup ka. agik panjang perjalanan ka. kite bekawan bae. ka anggep bae aku ini, ayuk ka," ujar marfuah lirih. mendengar jawaban marfuah, dada markudut bergemuruh. emosinya tidak terbendung. suaranya meninggi. "mimang orang bini dak bagus ati nian ka neh. gawe e cuma tukang maen hati urang laki bae. aku dak nek agik betemu ken ka. sampai kiamat ge, ku nggak agik ningok muke ka," teriak markudut sembari meninggalkan rumah marfuah dengan emosi yang membalut tubuhnya. langkah kakinya bergegas meninggalkan rumah marfuah. sangat bergegas. ingin rasanya, dia menyampaikan dengan segera kepada kedua orang tuanya, bahwa dirinya tidak memiliki hubungan istimewa lagi dengan sang penari yang bernama marfuah itu. ingin rasanya dengan segera dia mengabarkan berita istimewa itu kepada kedua orang tuanya sembari diringi lagu penari yang didengarnya dari handphonenya lewat headset. penari, dikau bagaikan dewi tetapi seolah ada sesuatu tersembunyi penari, mungkin kau t'lah tersiksa jalan pilihanmu telah membelenggu penari, kau boneka jelita pesona cerah tubuhmu terbalut sendu sadarlah, jika bukan profesi impian bukanlah suatu obsesi penari, penari, penari...** habang, 2026 catatan kaki : budeng ( bahasa toboali): mencintai seseorang atau tergila-gila dengan lawan jenis. pelet: sejenis ajian yang membuat seseorang tergila-gila kepada lawan jenisnya. air pelicek: air comberan ka: kamu, engkau tekenek: terkena orang bini: perempuan dak: tidak pacak: bisa ngelupak: melupakan die: dia rusmin sopian adalah penulis yang berkehidupan di toboali bangka selatan. cerpennya tersebar di berbagai media massa lokal dan luar bangka belitung.
1
2
3
4
»
Last
Tag
Share
Koran Terkait
Kembali ke koran edisi Babel Pos 11 Juli 2026
Berita Terkini
Tecno POVA 8 Meluncur, Bawa Baterai 8000 mAh dan Teknologi Alive Matrix, Harga Mulai 5 Jutaan
Gadget
1 jam
Honor X80 Pro Max Punya Baterai Super Besar 11.000 mAh
Gadget
1 jam
B50 Resmi Diluncurkan...
Headline
1 jam
Kasus Tambang Ilegal Lubuk Besar & Nadi, Herman Fu Pulihkan Kerugian Negara
Headline
1 jam
Biaya Haji 2027 Terancam Naik?
Headline
1 jam
Nasib Eks Jampidsus Febrie Adriansyah? Usai Mundur, Lalu?
Headline
1 jam
Ngiler Nengok Gunung Uang dan 74 Kg Emas?
Headline
1 jam
Dihajar Spanyol, Belgia Gugur, Prancis Siap Lawan Matador
Headline
1 jam
Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Headline
9 jam
DKP Terbitkan 319 Buku Kapal Perikanan Elektronik
Komunikasi Bisnis
21 jam
Berita Terpopuler
Budeng
Opini
21 jam
Belitung Expo 2026 Catatkan Transaksi Rp1,46 Miliar
Belitung
21 jam
Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Headline
9 jam
Residivis Narkoba Diringkus Saat Mencuri
Bangka
21 jam
Emas 74 Kg di Rumah Febrie?
Headline
21 jam
Kuota BBM Bersubsidi Babel Aman
Komunikasi Bisnis
21 jam
Berita Pilihan
CSR BSB Jadikan Sawah Namang Kian Memukau
Headline
2 minggu
Mengapa Richard Lee Ditahan?
Headline
4 bulan
Cukong Penyelundup Timah Masih Diburu
Headline
4 bulan
ABG Dilarang Punya Akun Medsos
Headline
4 bulan
Tiga ABG Aniaya Anak Bawah Umur dengan Sabit
Bangka Selatan
4 bulan