Budeng
Rusmin Sopian.-dok-
"Jadi Ka selame nih mempermainkan cinta aku ok?," tanya Markudut penuh selidik.
Marfuah menggelengkan kepala. Dia teringat dengan nasehat ibunya beberapa waktu lalu. Matanya menatap rembulan. Cahaya rembulan menerangi wajah cantiknya.
Suaranya kembali terdengar. Menghantam jiwa muda Markudut.
"Ka agik mudak. Agek terbentang luas hidup Ka. Agik panjang perjalanan Ka. Kite bekawan bae. Ka anggep bae aku ini, Ayuk Ka," ujar Marfuah lirih.
Mendengar jawaban Marfuah, dada Markudut bergemuruh. Emosinya tidak terbendung. Suaranya meninggi.
"Mimang orang bini dak bagus ati nian Ka neh. Gawe e cuma tukang maen hati urang laki bae. Aku dak nek agik betemu ken Ka. Sampai kiamat ge, ku nggak agik ningok muke ka," teriak Markudut sembari meninggalkan rumah Marfuah dengan emosi yang membalut tubuhnya.
Langkah kakinya bergegas meninggalkan rumah Marfuah. Sangat bergegas.