Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Memotret Realitas, Menghadirkan Pendidikan Berdampak

Fauzi.-Dok Pribadi-

 

Ketika mahasiswa harus mencari objek foto, melakukan observasi, berdialog dengan narasumber, memilih sudut pengambilan gambar, kemudian mempertanggungjawabkan hasilnya melalui sebuah pameran, sesungguhnya mereka sedang belajar banyak hal dari berbagai sumber dan setting sosial sekaligus.

 

Mahasiswa belajar bekerja sama, berinteraksi dan komunikasi, mengelola waktu, menyelesaikan masalah, memberikan dan menerima kritik, hingga membangun rasa percaya diri ketika karya mereka dipublikasikan kepada masyarakat. Semua pengalaman tersebut merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak dapat diukur hanya melalui perhitungan angka dan predikat nilai akademik. Inilah sejatinya capaian pembelajaran yang menjadi orientasi  mendasar dari visi pendidikan abad 21 yang dirumuskan oleh UNESCO yakni berfikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

 

Saya juga melihat bahwa penyelenggaraan pameran memberikan pesan penting mengenai budaya apresiasi. Di lingkungan akademik, mahasiswa sering kali sibuk mengerjakan tugas tanpa pernah memiliki kesempatan untuk memperlihatkan hasil kerja mereka kepada publik. Apresiasi merupakan bagian penting dalam proses belajar. Ketika karya dipamerkan, mahasiswa merasa bahwa usaha mereka dihargai. Perasaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang.

 

Budaya semacam ini layak terus dipertahankan. Tidak semua hasil pembelajaran harus berakhir dalam bentuk laporan atau ujian semester. Ada kalanya pembelajaran perlu diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Melalui cara tersebut, kampus tidak hanya menjadi tempat menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kreativitas dan inovasi.

 

Tentu saja tidak semua mahasiswa nantinya akan menjadi fotografer profesional. Mungkin pula sebagian besar akan tetap menempuh karier sebagai pendidik sesuai bidang keilmuannya. Namun hal yang jauh lebih penting ketika pengalaman melihat masyarakat melalui lensa kamera akan tetap menjadi bekal berharga di masa depan. Pengalaman nyata tersebut mengajarkan bahwa setiap orang memiliki cerita, setiap tempat menyimpan potensi, dan setiap proses belajar akan terasa lebih bermakna ketika dihubungkan dengan kehidupan.

 

Bagi saya, di situlah letak nilai paling penting dan berharga dari sebuah pameran fotografi, tidak hanya tentang foto yang dipajang di papan, melainkan tentang bagaimana sebuah proses pembelajaran berhasil mengubah cara mahasiswa memandang dunia. 

 

Ketika pendidikan mampu melahirkan pengalaman seperti itu, maka pembelajaran tidak lagi berhenti di ruang kelas yang terbatas. Pembelajaran  hidup di tengah masyarakat, memberi makna bagi banyak orang, dan menghadirkan dampak yang nyata.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan