Berhalalbihalal di Setiap Waktu
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Momentum halalbihalal memang kental dengan suasana pasca lebaran terutama idulfitri. Kesakralan acara halalbihalal membuatnya seakan menjadi suatu kewajiban tatkala lebaran usai. Sehingga terkadang ada rasa yang kurang jika acara halalbihalal tidak diselenggarakan.
Paradigma bahwa halalbihalal itu mengiringi idulfitri terkadang membuat sebagian kita menafikan halalbihalal pada waktu selain pasca lebaran. Sehingga setelah lebaran selesai tidak dijumpai lagi acara semacam halalbihalal itu. Padahal sesungguhnya halalbihalal bisa saja kita laksanakan kapan saja, tidak hanya pada momen hari raya. Kita bisa melaksanakan halalbihalal setiap bulan atau bahkan setiap hari.
Paradigma bahwa halalbihalal itu identik dengan membawa makanan dan minuman juga ikut andil tidak adanya halalbihalal selain sesudah hari raya. Dengan adanya asumsi itu, maka kita menjadi enggan untuk melakukan halalbihalal jika tidak membawa atau menyediakan makanan dan minuman.
Padahal jika merujuk makna halalbihalal di atas, kita tidak perlu memaksakan untuk menyediakan makanan dan minuman untuk melaksanakan halalbihalal. Halalbihalal dengan tujuan saling memaafkan sudah cukup, karena inti halalbihalal itu adalah silaturahmi dan saling memaafkan.
Oleh karena itu sebaiknya halalbihalal jangan hanya dilakukan pada bulan Syawal saja. Tapi tradisi saling maaf memaafkan hendaknya di setiap waktu. KH Abdurahman Wahid dari Jagalempeni Kec. Wanasari Brebes mengatakan “Ketika kita merasa salah ataupun tidak, hendaklah selalu meminta maaf kepada orang-orang terdekat kita.”
Beliau menambahkan Nabi Muhammad SAW, mengajarkan kepada istrinya Siti Aisah untuk meminta maaf di setiap habis sholat fardu. “Kalau kita, malah susah-susah nunggu lebaran dan hanya bilang nol-nol ya” Sebab, lanjutnya, dengan berhalalbihalal setiap waktu, barokah dan rejeki akan mengalir dengan sendirinya. Dan ada jaminan bagi orang-orang yang selalu memaafkan orang lain. Sementara, ada siksa api neraka yang menyala-nyala ketika kita selalu berseteru tanpa ampun.
Semoga kita bisa melaksanakan halalbihalal sesering mungkin tanpa menunggu momen lebaran, karena semakin sering kita berhalalbihalal maka semakin sering kita bersilaturahmi. Dan semakin sering kita bersilaturhami semakin berkurang bahkan semakin hilang dosa-dosa kita kepada sesama.