Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pendidikan Bahasa dalam Kurikulum Berdampak

Shobrun Jamil.-Dok Pribadi-

 

Pendidikan bahasa dalam kurikulum berdampak harus ditempatkan sebagai jantung pendidikan. Bahasa membentuk cara berpikir, merasa, dan bertindak. Jika dikelola secara dangkal, dampak kurikulum menjadi semu. Kurikulum berdampak sejati mengubah cara manusia memaknai dunia. Pendidikan bahasa memiliki peran strategis dalam perubahan ini. Bahasa adalah fondasi kesadaran. Tanpa bahasa yang bermakna, pendidikan kehilangan arah.

 

Oleh karena itu, pendidikan bahasa tidak boleh direduksi menjadi urusan teknis. Ia adalah proses pembentukan kesadaran dan tanggung jawab sosial. Pendapat para tokoh pendidikan menunjukkan bahwa bahasa adalah ruang pembebasan. Kurikulum berdampak harus berani mengambil posisi humanistik. Pendidikan bahasa harus berpihak pada kemanusiaan. Bahasa adalah jalan emansipasi. Tanpa itu, kurikulum hanya menjadi dokumen administratif.

 

Pendidikan bahasa yang berdampak adalah pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan bahasa tidak hanya mencetak individu terampil, tetapi juga warga yang berpikir kritis dan berempati. Kurikulum berdampak harus melampaui logika angka dan indikator. Pendidikan bahasa harus menjadi ruang refleksi dan transformasi. Bahasa adalah cermin martabat manusia. Jika bahasa dirawat, kemanusiaan pun terjaga. Inilah esensi pendidikan bahasa dalam kurikulum berdampak.(sumber kemenag.go. dengan judul yang sama)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan