Ayo Terus Berliterasi
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Buku kecil yang disebut diary adalah ringkasan kegiatan yang dilakukan. Di dalam buku itu semua kegiatan tercatat dengan rapi, mulai dari tanggal, hari, jam, dan kegiatan apa saja yang dilakukan. Sadar atau tidak ternyata kegiatan menulis di buku harian itu selain bisa mengabadikan seluruh kegiatan juga bisa dinamakan berliterasi dengan tulisan. Dan tidak sedikit orang-orang yang sukses menerbitkan buku berawal dari catatan-catatan kecil di buku diary-nya.
Terkadang sebagian kita menganggap bahwa literasi menulis itu lebih sulit dari literasi membaca. Banyak anggapan bahwa menulis itu perlu keahlian yang benar-benar mumpuni. Padahal sebenarnya segala sesuatu bisa dipelajari termasuk menulis. Contohnya bisa dimulai dengan menulis hal yang sederhana seperti yang diuraikan di atas tadi. Selanjutnya tentu adanya ketekunan dan yang paling penting jangan minder duluan.
Jika perasaan minder dan enggan mulai merasuki maka quote yang disampaikan oleh J.K.Rowling dapat dijadikan sebagai suplemen, “mulailah dengan menulis hal-hal yang kamu ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri” atau apa yang dikatakan oleh William Faulkner: "Lakukan saja. Ambil risiko. Mungkin buruk, tapi itulah satu-satunya cara untuk melakukan sesuatu yang benar-benar baik atau motivasi yang disampaikan oleh Helvy Tiana Rosa. “Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
Jadi, ayo jangan berhenti berliterasi sehingga menambah wawasan terhadap perkembangan zaman. Membaca hal-hal yang sederhana terlebih dahulu. Membaca dari media sederhana dahulu. Baru ditingkatkan membaca fenomena yang perlu penafsiran. Dan ayo berliterasi dalam hal menulis. Bagi yang belum memulai ayo segera start dengan menulis hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi yang sudah atau pernah menulis karya, ayo terus menulis. Selamat berliterasi.**