Ayo Terus Berliterasi
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Ketika seseorang intens melakukan literasi tentu akan mendapatkan banyak manfaat. Di antara manfaat yang didapat adalah memperkaya kosa kata, memperluas wawasan dan pengetahuan, membantu berpikir kritis untuk membantu dalam mengambil keputusan.
Juga dala, membuat otak bekerja lebih optimal, mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi dari bacaan, mengasah kemampuan menulis dan merangkai kata dengan lebih baik, melatih konsentrasi dan fokus, mengembangkan kemampuan verbal, meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang ada di platform media terutama digital, dan meningkatkan kreativitas dalam memilih dan menyusun kata. (ruangguru.com).
Berliterasi pada dasarnya tidak perlu repot dan mengeluarkan tenaga serta mengorbankan waktu. Apalagi dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini, peluang untuk berliterasi akan sangat terbuka. Dengan kemajuan teknologi segala informasi bisa di dapat di mana dan dari mana pun.
Informasi-informasi penting dari penjuru dunia dapat kita baca hanya dengan membuka ponsel pintar atau menonton televisi. Informasi yang terasa jauh bisa jadi dekat, informasi yang tersembunyi dapat keluar dengan sendiri. Problematikanya mungkin ada pada individu yang masih menyimpan rasa “enggan” membaca. Jika rasa itu sudah bersemayam, maka sangat sulit untuk melakukan literasi walaupun pada taraf dasar.
Berliterasi bisa dilakukan dari lingkup terkecil yaitu keluarga, semisal membaca informasi dan pesan yang ada di WAG keluarga kemudian memberikan respons terhadap informasi pesan tersebut. Tentu hal tersebut tidak akan sulit. Namum, lagi-lagi problemnya adalah rasa “enggan” tadi.
Sehingga terkadang informasi yang ada di WAG keluarga terabaikan dan ketinggalan informasi terkait agenda yang akan dilaksanakan oleh keluarga. Literasi membaca juga bisa jumpai dari koran bekas, majalah bekas atau buku-buku lama. Koran bekas, majalah bekas, dan buku-buku lama masih tetap ada manfaatnya, karena walaupun isinya sudah lama tapi setidaknya bisa melancarkan cara membaca.
Kemudian literasi menulis juga bisa dimulai dari hal yang simpel dan kecil, kita bisa memulai dari diri sendiri. Jika literasi membaca bisa dengan alat yang ada di genggaman, maka literasi menulis bisa menggunakan alat yang sederhana. Penulis teringat pada zaman dahulu, penulis selalu mencatat kegiatan yang akan, sedang dan sudah dilakukan di dalam sebuah buku.