Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Financial Well-Being Generasi Sandwich di Pangkalpinang, Peran Literasi, Perilaku, Teknologi, dan Fragilitas K

Ilustrasi--

 

Artinya, semakin tinggi tingkat kerentanan keuangan seseorang, semakin rendah tingkat kesejahteraan yang ia rasakan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa banyak generasi sandwich hidup dalam kesejahteraan semu: tampak stabil, namun rapuh. Tidak adanya dana darurat, ketergantungan pada satu sumber pendapatan, dan tingginya utang konsumtif membuat banyak keluarga mudah goyah saat terjadi krisis.

 

Jalan Menuju Kesejahteraan Finansial Berkelanjutan

Temuan ini mengandung pesan penting: literasi dan perilaku keuangan bukan hanya soal pengelolaan uang, tetapi soal ketahanan hidup. Meningkatkan literasi finansial harus menjadi agenda bersama, baik oleh lembaga pendidikan, pemerintah, maupun komunitas masyarakat. 

 

Program edukasi finansial berbasis keluarga, pelatihan pengelolaan keuangan bagi pekerja muda, hingga integrasi kurikulum literasi keuangan di perguruan tinggi bisa menjadi langkah nyata. Selain itu, komunitas lokal dan organisasi kepemudaan dapat menjadi agen perubahan melalui kegiatan edukatif yang mendorong kebiasaan menabung, investasi kecil, dan perencanaan finansial jangka panjang.

 

Generasi sandwich adalah cermin perjuangan social ekonomi masa kini: mereka bukan lemah, tapi sedang berjuang menjaga dua generasi agar tetap bertahan. Dalam konteks ini, literasi keuangan bukan sekadar alat bertahan hidup, tapi jembatan menuju kebebasan finansial  seperti yang diungkapkan Amartya Sen (2000) dalam Development as Freedom, kesejahteraan sejati adalah ketika seseorang memiliki kapabilitas untuk memilih dan mengendalikan hidupnya. 

 

Dengan memperkuat literasi, mengubah perilaku keuangan, dan mengelola risiko finansial, generasi sandwich di Pangkalpinang dan di seluruh Indonesia idak hanya mampu bertahan, tapi juga bisa hidup sejahtera dengan bermartabat. “Kita tidak bisa memilih di generasi mana kita lahir, tetapi kita bisa memilih bagaimana mengelola kehidupan finansial kita agar generasi setelah kita tidak lagi terjepit di antara dua beban.”(Dosen Pembimbing  Yanto, S.E., M.Sc.)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan