Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Menyalakan Komunitas Belajar dengan Teknik Liget

Silvia Dwi-screenshot-

 

Refleksi terhadap implementasi LIGET menegaskan bahwa refleksi awal berbasis data menjadi pijakan dalam menentukan program yang kemudian ditetapkan perencanaan yang matang. Pengorganisasian yang jelas dan terperinci dengan pembagian peran yang jelas menjadikan setiap anggota merasa dihargai kontribusinya. KKG hadir sebagai wadah bertumbuh bersama. 

 

Guru semakin percaya diri untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan kesulitan, dan mencari solusi bersama. Proses ini menunjukkan bahwa ketika guru diberdayakan dalam lingkungan yang aman dan suportif, potensi inovasi mereka akan berkembang secara maksimal.

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Teknik LIGET bukan hanya sekadar metode refleksi, melainkan kerangka berpikir kolaboratif yang mampu menumbuhkan budaya belajar profesional di lingkungan guru. Strategi ini mendorong terjadinya perubahan pada tiga level sekaligus: individu guru, komunitas profesional, dan kualitas pembelajaran murid. 

 

Penerapan LIGET menegaskan bahwa pengembangan kapasitas guru harus didasarkan pada kolaborasi bermakna, refleksi berkelanjutan, dan keberpihakan terhadap pembelajaran murid. Keberhasilan KKG Anyelir menjadi bukti bahwa ketika komunitas belajar digerakkan dengan visi bersama, pendidikan akan berkembang menjadi lebih kontekstual, adaptif, dan berdaya saing global.**

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan