Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Menyalakan Komunitas Belajar dengan Teknik Liget

Silvia Dwi-screenshot-

Kelompok Kerja Anyelir (KKG Anyelir) telah menerapkan teknik LIGET dalam kerangka kegiatannya. KKG Anyelir memiliki keberagaman karakteristik sekolah meliputi perbedaan akreditasi, status sekolah, serta latar belakang sumber daya. Setiap perbedaan dipandang sebagai kekuatan yang memperkaya diskusi, mendorong munculnya perspektif baru, dan menghidupkan dinamika kolaboratif. Melalui kegiatan reflektif yang berkesinambungan, para guru saling menginspirasi dan memperkuat kapasitas diri untuk menyesuaikan pembelajaran terhadap kebutuhan murid yang beragam. 

 

Penerapan teknik LIGET (Lihat data, Identifikasi, Gali solusi, Eksplorasi, dan Temukan dampak) menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perubahan paradigma pembelajaran di Gugus Anyelir. Proses ini memungkinkan guru untuk bergerak secara sistematis dalam mengidentifikasi permasalahan pembelajaran dan mengembangkan solusi berbasis refleksi kritis.

 

Tahapan LIGET menempatkan guru sebagai subjek aktif yang memiliki tanggung jawab kolektif terhadap peningkatan mutu sekolah. Melalui refleksi berbasis data, guru mampu membaca realitas pembelajaran secara objektif, bukan berdasarkan persepsi semata 

 

Tahapan “Lihat data” menumbuhkan kesadaran guru bahwa setiap kebijakan dan tindakan harus berpijak pada bukti konkret dari kondisi riil di sekolah. Data rapor pendidikan, hasil asesmen, serta umpan balik murid menjadi dasar bagi guru untuk memahami titik lemah dan potensi yang dapat dikembangkan. Proses ini menumbuhkan literasi data di kalangan guru, suatu kemampuan penting dalam era pendidikan berbasis bukti. 

 

Tahap berikutnya, “Identifikasi” dan “Gali solusi”, mendorong terbentuknya dialog produktif antar guru. Pada fase ini, guru saling mendengar, saling memberi masukan, dan bersama-sama mengonstruksi strategi pembelajaran yang relevan. Pendekatan berbasis solusi mendorong guru menjadi kreatif dan mandiri dalam menghadapi tantangan kelas. 

 

Dari proses tersebut lahir berbagai inisiatif, seperti program BEKISAH (Berbagi Karya Inspiratif Antar Sekolah dan Harmoni) yang mempertemukan ide-ide inspiratif antar guru lintas sekolah. Forum ini memperkaya pengalaman profesional dan memperkuat rasa memiliki terhadap komunitas belajar.

 

Tahap “Eksplorasi” menunjukkan bahwa kolaborasi lintas gugus menjadi kekuatan yang memperluas jangkauan inovasi pendidikan. KKG Anyelir tidak hanya berhenti pada kegiatan internal, tetapi juga menjalin kemitraan dengan KKG lain serta berbagai pihak eksternal, termasuk akademisi dan narasumber nasional. Kolaborasi ini memperluas cakrawala berpikir guru dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat. 

 

Tahap “Temukan dampak” memperlihatkan hasil nyata dari penerapan teknik LIGET. Terdapat peningkatan signifikan dalam nilai literasi dan numerasi murid, serta perubahan paradigma guru terhadap pembelajaran bermakna. Guru semakin reflektif, terbuka terhadap pembaruan, dan mampu memanfaatkan teknologi serta sumber daya lokal dalam pembelajaran. Peningkatan ini bukan sekadar hasil intervensi jangka pendek, tetapi buah dari proses pembelajaran kolektif yang berkesinambungan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan