Refleksi Gagasan dan Kepemimpinan HAS. Hanandjoeddin untuk Pendidikan
--
Dalam berbagai catatan sejarah, Hanandjoeddin dikenal sangat peduli terhadap anak-anak dan generasi muda. Ia menginisiasi banyak program berbasis lokal seperti pelestarian budaya Melayu, mendorong pendidikan agama, serta memperkuat peran sekolah-sekolah rakyat sebagai basis pembentukan karakter.
//Pendidikan Masa Kini, Kehilangan Arah Nilai
Kini, pendidikan Indonesia menghadapi tantangan yang berbeda: globalisasi, digitalisasi, dan disrupsi teknologi. Anak-anak hari ini lahir dalam dunia yang serba cepat, penuh informasi, dan sangat terbuka. Namun dalam laju yang cepat ini, kita sering lupa bertanya: ke mana arah nilai-nilai yang kita tanamkan?
Terlalu banyak kurikulum gonta-ganti. Terlalu fokus pada kompetensi teknis, lupa pada karakter. Terlalu banyak bicara soal angka kelulusan, tapi lalai pada pembentukan akhlak.
Pendidikan menjadi “pabrik nilai rapor” alih-alih “ladang nilai hidup”. Dalam konteks inilah, gagasan pendidikan lokal ala Hanandjoeddin menjadi sangat penting. Ia mengajarkan bahwa pendidikan bukan tentang bersaing siapa pintar, tapi siapa berguna. Bukan hanya siapa yang juara, tapi siapa yang berdampak. Salah satu warisan utama dari HAS. Hanandjoeddin adalah kesadaran akan pentingnya nilai lokal dalam membentuk jati diri bangsa. Dalam pendidikan masa kini, nilai ini bisa diterjemahkan sebagai ajakan untuk mengakar ke lokalitas sebelum melompat ke globalitas.
Misalnya, sekolah di Belitung atau daerah lain tak harus langsung mengejar metode pengajaran ala Finlandia. Justru penting bagi sekolah-sekolah itu untuk menggali potensi lokal sebagai sumber belajar: tradisi maritim, budaya gotong royong, kearifan kampung, hingga praktik ekonomi mikro warga setempat.
Gagasan pendidikan berbasis lokal bukan berarti mundur atau anti-modern. Justru inilah cara paling efektif membumikan pendidikan. Anak-anak akan merasa dekat dengan materi pelajaran jika melihat realitas hidup mereka di dalamnya. HAS. Hanandjoeddin mengerti hal ini jauh sebelum dunia pendidikan hari ini menyadarinya.