Membaca Ulang Makna Kebangkitan: Saatnya Pendidikan Jadi Jalan Pulang
--
Tantangan pendidikan kita hari ini sangat kompleks. Dari biaya mahal, ketimpangan akses, kualitas guru, hingga kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan zaman. Tapi bukan berarti kita tak ada harapan.
Program seperti Kurikulum Merdeka dan program kemendikdasmen dengan catur pendidikannya adalah langkah awal yang patut kita diapresiasi.
Tapi kita tidak bisa berhenti di konsep belaka. Implementasi di lapangan jauh lebih penting. Guru perlu pelatihan yang relevan. Fasilitas harus ditingkatkan. Yang tak kalah penting, paradigma pendidikan perlu berubah dari fokus pada pencapaian nilai semata menjadi upaya membentuk individu yang utuh.
Dalam perkembangan era digital saat ini, peran guru kita semakin krusial dan tidak tergantikanMereka tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga membentuk karakter, membimbing generasi masa depan, dan menjadi teladan di tengah berbagai tantangan. Maka, tak berlebihan jika kita katakan untuk itu, kesejahteraan dan pelatihan guru harus menjadi prioritas, bukan pilihan.
//Pendidikan Tanggung Jawab Kita Semua
Tentu, negara memegang peran sentral. Tapi pendidikan bukan urusan pemerintah semata. Tak ada anak yang tumbuh sendirian. Begitu pula pendidikan tak bisa berjalan tanpa gotong royong. Setiap pihak orang tua, masyarakat, hingga dunia usaha memiliki peran penting dan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan dalam mendukung pendidikan. Pemerintah membuat kebijakan dan menyediakan anggaran.
Masyarakat mengawal dan terlibat. Dunia usaha bisa berkontribusi lewat CSR dan kolaborasi strategis lainnya. Bayangkan jika semua elemen ini bersinergi. Pendidikan tak hanya akan membaik, tapi benar-benar hidup dan berdampak.
//Menyalakan Semangat, Menggerakkan Perubahan
Bangkit tidak harus menunggu revolusi besar. Bangkit bisa di mulai dari hal sederhana. Dari ruang kelas tempat guru mengajar dengan sepenuh hati, dari orang tua yang mendampingi anak belajar, dari komunitas yang menyediakan ruang baca, dari siapa saja yang peduli.