Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Akal dan Ilmu dalam Beragama: Antara Rasionalitas dan Fanatisme

Randi Syafutra-istimewa-

Namun, dalam praktiknya, banyak orang yang mengabaikan peran akal dalam beragama. Salah satu contoh yang mencerminkan hal ini adalah fenomena perjalanan ibadah haji yang dilakukan dengan cara-cara ekstrem. Beberapa waktu lalu, viral di media sosial kisah sekelompok orang yang berjalan kaki dari Demak menuju Makkah dengan keyakinan bahwa perjalanan tersebut akan membawa mereka lebih dekat kepada Allah. 

 

Ada pula yang mencoba menunaikan ibadah haji dengan menggunakan perahu rakitan dari galon air, tanpa memperhitungkan keselamatan diri mereka sendiri. Secara spiritual, niat mereka mungkin mulia, namun tanpa mempertimbangkan aspek rasional dan ilmu pengetahuan, tindakan ini menjadi sesuatu yang irasional dan berbahaya.

 

Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk bertindak gegabah dalam menjalankan ibadah. Haji, misalnya, diperintahkan bagi mereka yang mampu secara finansial dan fisik. Rasulullah sendiri menegaskan bahwa Islam bukan agama yang membebani umatnya di luar batas kemampuannya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (QS. Al-Baqarah: 286). 

 

Oleh karena itu, perjalanan ibadah yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang, tanpa mempertimbangkan aspek ilmiah, dan tanpa memperhatikan peraturan-peraturan yang ada justru bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

 

//Ilmu sebagai Penyempurna Keimanan

Islam tidak hanya menekankan pentingnya akal, tetapi juga ilmu pengetahuan sebagai bagian dari kesempurnaan beragama. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (HR. Ibnu Majah). 

 

lmu adalah cahaya yang membimbing manusia untuk memahami hakikat kehidupan dan ajaran agama dengan benar. Tanpa ilmu, seseorang bisa terjerumus dalam kesalahan dan pemahaman yang dangkal tentang Islam.

 

Contoh lain dari fenomena menyimpang akibat kurangnya ilmu dalam beragama adalah kepercayaan terhadap keberadaan goa yang diklaim dapat menembus Makkah. Beberapa masyarakat mempercayai bahwa dengan memasuki Goa Safarwadi di Tasikmalaya, seseorang dapat langsung sampai ke Tanah Suci. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan