Menghadirkan Pendidikan Inklusif dalam Proses Pembelajaran
Rudiyanto-Dok Pribadi-
Tiap-tiap peserta didik memiliki perbedaan individual dan memiliki kebutuhan belajar masing-masing. Misalnya saja dalam sebuah proses pembelajaran, ada peserta didik yang memiliki gaya dan karakter belajar visual, auditori maupun kinestetik.
Dalam mengimplementasikan sistem pendidikan yang inklusif, maka seorang pendidik harus mampu memahami kebutuhan dan perbedaan individual tersebut serta berupaya untuk menjawab dan memenuhinya. Selain itu, peserta didik memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Sebagai seorang pendidik yang menerapkan sistem pendidikan yang inklusif, harus mampu memahami dan menyesuaikan proses pembelajarannya dengan bakat dan minat peserta didik masing-masing.
Misalnya peserta didik yang memiliki bakat minat olahraga, maka hendaknya pendidik tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan minat bakat tersebut dengan menghadirkan dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang fokus pada kegiatan olahraga.
2. Bersikap adil dalam proses pembalajaran
Pendidik harus senantiasa bersikap adil dalam proses pembelaran. Dalam mengimplementasikan sistem pembelajaran inklusif, pendidik tidak boleh memperlakukan peserta didik berdasarkan ras atau keturunan, agama, latar belakang dan isu SARA lainnya. Pendidik harus memfasilitasi kebutuhan belajar semua peserta didiknya
3. Menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan
Salah satu implementasi sistem pendidikan yang inklusif adalah dengan cara menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. Artinya adalah, pembelajaran yang dihadirkan oleh pendidik dapat dipahami oleh semua peserta didik secara mendalam sehingga dapat di amalkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pembelajaran yang dihadirkan oleh pendidik tidak boleh berhenti hanya sampai pada tahap pengetahuan saja. Akan tetapi harus sampai kepada tahap-tahap memahami, mendemonstrasikan atau mengaplikasikan dan lain sebagainya
4. Menjalin keterlibatan dengan peserta didik