Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Anak Pejabat

Ilustrasi-screenshot-

 

Obrolan bersahutan di antara pria-pria yang berada di pos kampling siang itu seolah menegaskan bahwa mereka sudah sangat benci dengan sang pejabat.

 

Konon memang sang pejabat itu tidak pernah lagi perduli dengan desa mereka. Hanya ketika akan pemilu Ia menyambangi masyarakat dengan wajah memelasnya, tetapi setelah Ia terpilih menjadi wakil rakyat jarang datang untuk melihat desa mereka. Kalau pun Ia datang ke desa memakai kendaraan pribadi yang tertutup rapat. 

 

“Sekarang ketika anaknya hilang, Ia merengek memohon bantuan kita”

 

“Tapi….kesombongannya tetap terlihat”

“Iya…sombong sekali, mentang-mentang punya banyak uang, Ia kira kita tergiur dengan uangnya”

Kembali obrolan liar itu bersahutan. 

 

Tanpa sepengetahuan mereka, tampak sepasang mata dan sepasang telinga sedang mengawasi mereka dari kejauhan. Informan ini tampaknya sedang menggali informasi terkait dengan beberapa peristiwa yang sudah terjadi di desa tersebut. Dan tidak lama kemudian ia menelpon seseorang.

 

“Usaha kita sudah mulai membuahkan hasil pak!”

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan