Anak Pejabat
Ilustrasi-screenshot-
Sang kepala desa menjawab dengan sebuah retorika yang sering diutarakan pejabat pada umumnya.
“Terima kasih ya Pak Kades, ini untuk sementara, tolong diterima ya”
Setelah menyerahkan sebuah amplop coklat tebal, sang pejabat berpamitan pulang meninggalkan sang kepala desa yang menatap amplop coklat tersebut dengan berbagai pertanyaan.
*****
Di sebuah pos kamling, berita hilangnya anak pejabat tersebut sudah viral. Banyak tanggapan dan asumsi liar di kalangan masyarakat. Ada yang menanggapi biasa saja, ada yang menanggapi dengan perasaan senang. Asumsi-asumsi aneh pun mulai bertebaran dari mulut ke mulut.
“Pejabat itu memang pantas mendapatkan ini, Ia orangnya sangat pelit.”
“Betul itu, biar Ia merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak.”
“Iya, lagian selama ini tidak ada kontribusinya untuk kita.”
“Walaupun ada imbalannya, aku tidak akan ikut mencarinya.”