Mereka Lebih Membutuhkan
Mereka Lebih Membutuhkan.-screenshot-
Pak Mus agak heran, kenapa orang seperti dirinya dimintai pertolongan, padahal ia tidak mempunyai apa-apa.
“Apa yang bisa saya bantu?”
“Begini Mus, sudah lama kami sekeluarga tidak makan daging kurban, karena setiap iduladha kami selalu tidak kebagian”
Jantung Pak Mus mendadak berdetak kencang, ia mulai menerka maksud omongan sepupunya itu. Ia menatap anaknya yang masih berdiri di dekat ibunya sambil memegang kantong plastik berisi daging kurban.
“Jadi…kalau boleh saya mau meminta jatah daging kurban yang kau bawa itu”
Tanpa malu-malu, sepupu Pak Mus mengutarakan niatnya sambil menunjuk kantong plastik di tangan anak Pak Mus.
Pak Mus sesaat menjadi orang bisu, tidak bisa berkata apa-apa.
Pandangannya hanya tertuju kepada sang anak. Ia bagai menghadapi buah simalakama. Di sisi lain yang datang adalah sepupunya dan membutuhkan daging kurban, di sisi lain daging kurban yang baru saja didapatkannya adalah harapan sang anak yang sudah lama diidam-idamkan.
Mengetahui posisi ayahnya sedang terjepit, sang anak mendekati Pak Mus kemudian berbisik.
“Berikan saja daging kurban ini kepada Paman,” kata anaknya.