Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Misbar Ingin Mengajar Lagi

Syabaharza.-Dok Pribadi-

 

“Assalamu’alaikum, Bapak Misbar Al Hadi. Dengan penuh hormat kami sampaikan, bahwa terhitung hari ini, Bapak bukan lagi sebagai tenaga pengajar di SMA Punya Pribadi dan segala fasilitas serta tunjangan akan disetop. Demikian informasi ini disampaikan. Terima Kasih.”

 

Begitulah isi pesan yang membuat Misbar seperti disambar petir waktu itu. Ia yang sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah tidak kuasa lagi bergerak. Tas yang ada di tangannya terjatuh ke lantai. Tangannya seperti kaku. Tubuhnya tidak bertenaga lagi. Tatapannya menjadi kosong. 

 

Tanpa ia sadari bulir-bulir bening keluar dari matanya, mengalir membasahi pipi dan terus mengalir menyerang baju coklat kebesarannya. Misbar heran kenapa semudah itu keputusan diambil oleh sekolah. Keputusan yang tergesa-gesa tanpa adanya tabayyun atau memberikan kesempatan dirinya untuk membela diri atau setidaknya ia diberikan kesempatan untuk menjelaskan duduk persoalannya.

 

Misbar mencoba kuat. Ia membalas chat yang dikirim oleh kepala sekolahnya. Ia memberanikan diri untuk bertanya alasan pemecatan sepihaknya itu. Namun, balasannya sungguh tidak memuaskan dan di luar ekspektasinya.

 

“Mohon maaf pak Misbar, kami juga dalam tekanan.”

Kalimat singkat yang penuh dengan ambigu itu semakin menambah kesedihan Misbar. 

 

***

 

Misbar tidak menyangka apa yang dilakukannya waktu itu membuat dirinya dipecat dari sekolah. Ia baru tahu bahwa siswa yang berambut coklat waktu itu adalah anak seorang pejabat di daerah itu. Sehingga sang pejabat itu muntab dan menggunakan kekuasaannya untuk menekan kepala sekolah agar memecat Misbar. Sebenarnya sang kepala sekolah tidak tega memecat Misbar, karena Misbar tergolong sebagai guru yang baik dan menjadi panutan semua guru. Namun, sang kepala sekolah tidak mampu melawan, jadi terpaksa ia mengeluarkan kalimat ynag dikirimnya lewat WA waktu itu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan