Behume: Nyanyian Ladang Menuju Kelangsungan
Tiur Lina-Dok Pribadi-
Senja menetes perlahan di sela baja tua,
Mengajak waktu berbicara dalam diam airnya.
Konon di bawah sana, seekor rusa membatu,
Tertangkap kutuk karena janji yang tak ditepati.
Hitam tubuhnya, namun matanya tetap menatap,
Menjaga arus, menjaga sunyi, menjaga nama dusun ini.
Angin dari laut membawa doa para leluhur,
Mengusap wajah sungai yang tak pernah tidur.
Suara tetua terngiang, “jangan langgar janji pada alam,
karena setiap rusak, akan lahir batu sebagai tanda.”
Aku berdiri di jembatan, menatap bayang air,
Siluet rusa muncul di senja yang perlahan cair.
Antara nyata dan legenda, ia menunduk lembut,
Seolah ingin berbisik: “ingatlah asalmu, anak Baturusa.”
Senja pun selesai, dan jembatan diam kembali,