Penyendiri
Zaqi Nugraha-Dok Pribadi-
Puisi-Puisi Zaqi Nugraha
Telah kubuka kata-kata setelah lama berpuasa
Puisi adalah dahaga pada tiap aksara yang kubaca di perpustakaan
Kaca-kaca sekitar telah kusam; tak lagi mampu memantulkan cerita
Tidakkah kau lupa?, aku selalu menjadi figuran dalam buku harianmu
Sedang kau menjelma sejumlah pusat perhatian
Hidup dalam keluputan namun selalu mendapat pengecualian
Begitulah, serupa purnama dengan daya pikatnya
Menjadi pemujamu adalah sebuah upaya bermukim di tepi jurang tanpa dasar
Aku bisa kapan saja jatuh dan mati tanpa seorangpun menyadari
Hingga jasadku hilang ketika menyentuh dasar kesunyian
Ya, kesunyian