Dekonstruksi Ibuisme oleh Penulis Perempuan Bangka Belitung
Windy Shelia Azhar-Dok Pribadi-
Lain lagi dengan Ira Esmeralda. Secara pribadi, penulis mengenalnya sebagai sosok ibu yang akrab dengan dunia pendidikan terutama sastra. Ira membaca puisi di istana negara dengan mengemban nama Bangka Belitung di pundaknya. Ira menulis kumpulan puisi naturalis serta menulis cerita anak yang kaya imajinasi. Ira juga memproduksi lakon teater bersama anak muda. Ia menggeluti dunia sastra Bangka Belitung tidak hanya terbatas pada produksi karya saja, tetapi juga sebagai pendidik yang membagikan ilmu dan pengetahuannya kepada kawula yang tertarik pada sastra di Bangka Belitung. Tanpa menanggalkan peran ibunya, ia menjadi ibu bagi dunia sastra Bangka Belitung saat ini.
Hamidah, Linda Christanty, dan Ira Esmeralda adalah perempuan-perempuan Bangka Belitung yang turut mengameliorasikan paham ibuisme. Mereka lebih dari layak mendapat apresiasi sebagai ibu yang melahirkan karya-karya sarat pergerakan perempuan yang tak lekang dari dulu hingga nanti. Semoga geliat pergerakan sastra ini diteruskan oleh anak-anak muda Bangka Belitung selanjutnya!
Windy Shelia Azhar adalah redaktur Ketiketik.com. Ia lahir dan besar di Bangka, lalu meniti karier di Bali. Tulisannya berupa esai dan cerita pendek berkutat dengan isu jender, lingkungan, dan kebahasaan telah diterbitkan di berbagai medium. Jalin korespondensi dengannya melalui pos-el: [email protected] dan Instagram: @windysazhar.