Erucakra Mahameru Siap Hadirkan Aranta
Erucakra Mahameru.-screenshot-
Dr. Erucakra Mahameru selama ini dikenal sebagai gitaris neo-progressive jazz, komponis, akademisi, serta ASCAP Composer and Music Publisher (New York, Amerika Serikat).
Menariknya, dia akan merilis Aranta, sebuah karya komik editorial orisinal yang dikembangkan sebagai medium refleksi sosial dan pendidikan seni. Karya tersebut memadukan Pendidikan Seni (Arts Education), Musikologi, dan Sosiologi dalam narasi visual yang ringkas dan reflektif.
Unnes Aranta diposisikan bukan sebagai komik hiburan, melainkan sebagai medium berpikir, sebuah perpanjangan dari praktik artistik Erucakra Mahameru yang selama ini dikenal mengeksplorasi struktur, improvisasi, dan keheningan dalam musik jazz progresif. “Komik, seperti musik, memiliki struktur, ritme, dan keheningan. Di sanalah makna bekerja,” ungkap Erucakra Mahameru.
Sebagai gitaris neo-progressive jazz, Erucakra Mahameru mengembangkan pendekatan permainan yang menekankan struktur non-linear, eksplorasi harmonik, dan dialog antara improvisasi dan sistem. Jejak internasional bermula di Amerika Serikat pada September 2009 melalui karya Sound Script Film Composition berjudul C Man (Marathon Journey Music), yang hingga kini dikelola oleh Universal Music Group (Amerika Serikat).
Karya komposisi film Erucakra Mahameru juga mendapat tempat dalam berbagai konteks internasional, termasuk AI Film Festival serta ekosistem produksi HBO (Westworld), Amerika Serikat. Selain aktif dalam music scoring bersama Dwiki Dharmawan di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Erucakra memperkenalkan sistem NEV (Navigational Electronic Velocity) yang mengadopsi prinsip qubit (quantum bit) sebagai metafora komputasional.
Dia juga mengembangkan platform IDS (Interactive Digital Albums), sebuah inovasi media berbasis website yang menyatukan musik, teks, visual, dan konteks artistik secara interaktif. “Bagi saya, media dalam berbagai format, kertas, plastik, magnet, dan lainnya, adalah kanvas tempat kita menorehkan karya kolosal dan inventif,” tutur Erucakra Mahameru.
Menurutnya, Aranta dijadwalkan terbit pada Januari 2026 dan akan dikembangkan dalam bentuk buku kompilasi, pameran visual, dan platform IDS. (ant)