Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Situs dan Prasasti Kotakapur

Akhmad Elvian-screnshot-

4). dham camwa dimaharatha. //:// winampaki. 

Kemudian prasasti Kotakapur II dialih bahasakan yaitu: 

1). paryagu (?)1) dipahat dengan kekuatan luar biasa, 

2). tanpa alat dipekan genap2), 

3). menancapkan yoni kakak, 

4).dhang camwa sebagai pahlawan. //:// terlihatkan3). 

Pada baris Ketiga, tertulis “tan3)cap yoni kaka”, atau dialih bahasakan “menancapkan yoni kakak” bermakna tentang penaklukkan atau penguasaan terhadap satu wilayah atau daerah yang berlatar belakang Hindu. Pada baris keempat, tertulis “dham camwa dimaharatha”, yang diartikan sebagai seseorang bernama “Dham (Dhang) Camwa sebagai seorang pahlawan”. Hal ini menunjukkan ada seorang tokoh yang memiliki peran penting di pulau Bangka (situs Kotakapur) sebagai pahlawan. Keterangan pada prasasti Kotakapur II ini menunjukkan, bahwa di pulau Bangka sudah ada satu wilayah kekuasaan yang dipimpin oleh seorang raja atau datu.  Berdasarkan sumber prasasti Kotakapur II maupun prasasti Kotakapur I dan temuan arkeologi dapat disimpulkan, bahwa di pulau Bangka, tepatnya di sekitar situs Kotakapur terdapat sebuah kerajaan dengan peradaban yang cukup maju. Prasasti Kotakapur II, saat ini tersimpan di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

Selain bukti tertulis pada prasasti Kotakapur, bukti tertua tentang kondisi Pulau Bangka diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim penelitian gabungan dari Ecole Francaise d’Extreme-orient (EFEO, Prancis), Balai Arkeologi Palembang, dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Jakarta), pada Tahun 1996. Di lokasi situs Kotakapur ditemukan berbagai tinggalan arkeologis; bangunan benteng tanah, sisa struktur bangunan-bangunan candi, arca Dewa Wisnu potongan tangan dengan atribut siput atau syangka dan potongan kaki, yoni yang semuanya terbuat dari batu dan terak logam, serta sejumlah pecahan keramik berasal dari daratan Cina Selatan diperkirakan sekitar abad 12-13 masa dinasti Sung. Beberapa wajan (kuali rendah) terbuat dari besi juga ditemukan dalam konteks reruntuhan bangunan candi, walaupun diduga merupakan tinggalan baru. 

Sisa struktur bangunan candi yang tidak intak atau tidak utuh lagi dengan sejumlah fragmenArarca Wisnu menjadikan bukti, bahwa bangunan candi ini adalah candi agama Hindu yang menganut aliran pemuja Dewa Wisnu atau yang lebih dikenal sebagai aliran Waisnawa. Berdasarkan perkiraan ikonografis, fragmen arca arca Wisnu bertangan empat ini diperkirakan peninggalan abad V Masehi. Dapat diperkirakan bangunan candi situs Kotakapur didirikan sebelum hadirnya Kerajaan Sriwijaya. Bukti lain dari hasil pertanggalan karbon-14, bahwa benteng tanah ada bagian yang disebut benteng kotadualapis yang dibuat mengelilingi situs diperkirakan dari abad VI Masehi. Semua informasi ini secara tidak langsung telah menempatkan situs Kotakapur sebagai salah satu situs terpenting di kawasan Indonesia Barat dan situs Kotakapur lebih tua Dua abad sebelum kejayaan Kedatuan Sriwijaya.***  

    

    

    

    

    

    

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan