Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei, Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei-screnshot-

Pengaruh Mesbah-Yazdi terlihat dalam pandangan politik Mojtaba yang cenderung mendukung model negara dengan kekuasaan kuat di tangan lembaga yang ditunjuk, bukan lembaga yang dipilih melalui pemilu.  Pandangan ini terlihat jelas pada masa pemerintahan presiden Ebrahim Raisi, ketika sejumlah tokoh moderat seperti Ali Larijani perlahan tersingkir dari panggung politik.

Mojtaba juga disebut sebagai salah satu figur yang mendukung kebangkitan politik mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu 2005 serta mempertahankan kekuasaannya setelah pemilu 2009 yang kontroversial.

Pandangan Politik 

Dalam kebijakan luar negeri, Mojtaba dikenal memiliki sikap sangat skeptis terhadap negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.  Ia diyakini mendukung strategi geopolitik yang dikenal sebagai “Poros Perlawanan”, yakni jaringan aliansi regional Iran yang bertujuan memperluas pengaruh Teheran di Timur Tengah.  Pendekatan ini menekankan pentingnya mempertahankan kekuatan militer dan politik Iran di kawasan serta menolak kompromi dengan pemerintah Barat.

Meski jarang tampil di depan publik, Mojtaba sering disebut dalam berbagai laporan politik sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam penanganan demonstrasi di Iran.  Selama Iranian Green Movement, ia disebut sebagai salah satu figur yang mengawasi respons pemerintah terhadap aksi protes besar setelah pemilu presiden 2009.

Namanya kembali muncul dalam pemberitaan saat gelombang demonstrasi besar terjadi pada 2022, ketika media yang dekat dengan pemerintah menggambarkannya sebagai tokoh penting dalam menjaga stabilitas internal negara.

Dukungan dan Kritik 

Sebagian pendukung Mojtaba berasal dari kalangan IRGC, kelompok paramiliter Basij, ulama konservatif di Qom, serta institusi yang berada di bawah kantor pemimpin tertinggi Iran.

Mereka menggambarkannya sebagai sosok religius, berpengalaman dalam isu keamanan, serta memiliki pemahaman mendalam tentang struktur kekuasaan Iran.  Namun di sisi lain, banyak pihak di dalam negeri maupun kelompok oposisi memandangnya sebagai simbol suksesi politik yang bersifat turun-temurun. Mereka juga mengkritik pengaruh besar yang dimilikinya meskipun selama ini tidak pernah menduduki jabatan publik secara formal.

Dengan penunjukan resmi ini, Mojtaba Khamenei kini berada di pusat kekuasaan Iran, di tengah tantangan geopolitik besar dan dinamika politik domestik yang terus berkembang.***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan