Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Sejarah & Tradisi Imlek

Ilustrasi-screnshot-

IMLEK 2026 akan segera diperingati pada tanggal 17 Februari mendatang.

--------------

IMLEK berasal dari Bahasa Mandarin yang muncul dari dialek hokkien, artinya kalender bulan.  Secara umum, Tahun Baru China ini merupakan salah satu perayaan hari raya agama Konghucu, di mana mereka melakukan ibadah atau ritual sembahyang dan bersyukur serta mengucapkan terima kasih atas anugerah Tuhan untuk memasuki babak tahun yang baru.

Biasanya, saat hari raya Imlek ini dilakukan dengan berbagai macam kegiatan tradisi, mulai dari makan bersama, memberi angpao, mengenakan baju baru serta berkumpul bersama.  Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, perayaan Imlek ditetapkan sebagai tanggal merah libur nasional.

Pemerintah juga menetapkan cuti bersama Imlek satu hari sebelum perayaan yakni tanggal 16 Februari 2026.  Pada tahun ini, peringatan Imlek memasuki 2577 Kongzili menandai dimulainya tahun Kuda Api.

Seperti apa sejarah dan tradisi Imlek yang jarang diketahui orang banyak? Simak informasinya lengkap dengan makna tahun Kuda Api 2026.

Sejarah dan Tradisi Imlek

Menurut berbagai sumber, dulunya Imlek adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh petani di Negeri Tirai Bambu untuk menyambut datangnya musim semi.  Di masa itu, Imlek dikenal dengan nama Festival Musim Semi.

Kononnya, sebelum pergantian tahun terjadi, ada seekor binatang buas raksasa muncul dan memangsa manusia serta ternak-ternak.  Namun, untuk mencegah hal itu, masyarakat segera mengunci kandang-kandang ternak dan mereka lari mengungsi ke daerah pegunungan yang jauh supaya tidak dijangkau oleh makhluk tersebut.

Makhluk buas ini kerap disebut 'Nian' oleh masyarakat desa setempat.  Dalam mitologi China Kuno, Nian sering digambarkan sebagai makhluk dengan berukuran raksasa, memiliki tanduk tajam di kepala, kepala singa, serta tubuh seperti banteng.

Nian mempunyai rupa seperti singa yang tinggal di dasar laut, biasanya ia akan muncul ke daratan tepat di hari terakhir sebelum pergantian tahun terjadi.  Suatu hari, ada seorang kakek dengan surai abu-abu yang datang ke desa. Di sana, ia berjanji akan melindungi desa tersebut dari ancaman Nian pada akhir tahun.

Warga yang kerap cemas dan takut akan kehadiran Nian, masih terus mengungsi ke daerah pegunungan.  Sesuai prediksi, Nian benar datang memasuki wilayah desa tersebut di malam hari.

Belum sempat memburu mangsa, Nian mendengar suara petasan yang meledak dan dibarengi dengan kobaran api yang terang.  Ternyata, sang kakek meledakan petasan dan membuat kobaran api itu mendekat ke arah Nian dengan mengenakan pakaian berwarna merah.  Nian yang merasa takit langsung mundur dan melarikan diri dari desa.

Warga desa yang mengungsi pun kembali dan mereka terkejut saat melihat rumah beserta kandang ternak masih dalam keadaan utuh tanpa ada kerusakan.  Sebagian warga menyadari jika kakek yang telah menolong mereka adalah dewa yang datang untuk membantu mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan